Dengar dan Tindaklanjuti Pendapat Anak Korban Bencana

228
Diskominfo LS - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Lampung Selatan menggelar Diskusi Partisipasi Anak Terkait Kebencanaan bersama pihak Wahana Visi Indonesia (WVI), di GOR Way Handak, Lampung Selatan, Minggu (17/2).

KALIANDA – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Lampung Selatan menggelar Diskusi Partisipasi Anak Terkait Kebencanaan bersama pihak Wahana Visi Indonesia (WVI), di GOR Way Handak, Lampung Selatan, Minggu (17/2).

          Diskusi yang dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Lampung Selatan Supriyanto mewakili Plt. Bupati Lamsel Nanang Ermanto itu terungkap bahwa setiap pendapat yang disampaikan oleh anak-anak korban bencana harus didengarkan dan ditindaklanjuti. Karena, anak-anak penyitas bencana sudah pasti memiliki pengalaman dan kebutuhan yang berbeda. 

          Seperti yang disampaikan oleh Riska, salah satu perwakilan anak korban bencana tsunami Lamsel ini berharap pemerintah hendaknya memiliki sistem peringatan dini agar masyarakat dapat bersiap diri jika terdapat potensi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu. ” kami selaku masyarakat mengharapkan adanya sistem peringatan dini yang terpasang di daerah-daerah potensi bencana, sehingga kami bisa bersiap diri jika terjadi bencana,” ungkap Riska.

BACA :  PPK dan PPS Dinonaktifkan, Honor Maret Tetap Cair

          Pada kesempatan itu, Manager Tanggap Bencana WVI Ronny Ichwan dalam pemaparannya menjelaskan, anak-anak yang menjadi korban bencana harus didengar dan ditindaklanjuti pendapatnya, karena mereka memiliki pengalaman dan kebutuhan yang berbeda. 

          “Suara anak dan partisipasi anak merupakan salah satu kunci utama dalam sebuah tahapan proses pembangunan pasca bencana tsunami di Lampung Selatan. Oleh karena itu, apapun pendapat yang disampaikan harus didengar dan ditindaklanjuti,” ujar Ronny Ichwan.

          Menurut Ronny, dari aspirasi yang didapat tentunya bisa menjadi rujukan bagi pemerintah, sebagai salah satu cara untuk mengidentifikasi dan memahami kebutuhan serta masalah paling mendesak melalui perspektif anak. “Jadi suara anak-anak itu sangat penting didengar, dan kita bisa menggali apa yang menjadi kebutuhan mereka,” ungkapnya.
          Sementara itu Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Lampung Selatan Supriyanto mengatakan, anak-anak adalah pihak yang paling rentan dalam konteks bencana. Untuk itu, lanjutnya, mendengar suara anak sangat diperlukan untuk mengetahui apa yang menjadi kebutuhan mereka, terutama pasca bencana tsunami yang melanda wilayah Pesisir Pantai Lampung Selatan beberapa waktu lalu. “Semoga apa yang telah disampaikan anak-anak hari ini, bisa menjadi masukan bagi kami untuk memastikan hak-hak anak terpenuhi dengan baik. Bahkan dalam konteks bencana sekalipun,” ucap Supriyanto.

BACA :  88 Santri Ponpes Lirboyo Asal Lamsel Pulkam

          Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas PPPA Wahyuningsih mewakili Kepala DP3A Lamsel Ir. Rini Ariasih menyatakan mendukung penuh kegiatan tersebut. Karena menurutnya, dengan adanya forum itu, anak-anak penyintas mempunyai ruang untuk menyampaikan aspirasi dan suara mereka.

          Dia berharap, melalui kegiatan itu anak-anak dapat menyampaikan aspirasi mereka dengan terbuka kepada Pemkab Lampung Selatan. “Harapannya, aspirasi dari anak-anak ini bisa didengar dan menjadi masukan yang mendukung bagi pembentukan kebijakan pemerintah daerah,” pungkasnya. (iwn)