Desa Banjar Negeri Salurkan BLT DD Tahap Pertama

60
Kepala Desa Banjar Negeri, Zel Gusrial Rais S.Pd saat menyampaikan sambutan kegiatan dalam rangka penyaluran BLT-DD di Lamban Adat Madawasa, Desa Banjar Negeri, Kecamatan Way Lima.
WAY LIMA – Pemerintah Desa Banjar Negeri, Kecamatan Way Lima menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahap pertama di Lamban Adat Madawasa, Rabu (24/6).
Kepala Desa Banjar Negeri, Zel Gusrial Rais, S.Pd mengatakan, kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahap pertama kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 sebanyak 192 KK dengan kriteria sesuai dengan juknis yang ditentukan dan berdasarkan musyawarah desa (Musdes) bersama dengan Badan Pemusyawaratan Desa (BPD).
“Kami sudah mengikuti peraturan dan juknis untuk yang berhak menerima BLT-DD tahap pertama ini dan didapat dari berbagai pertimbangan dan musyawarah bersama dengan BPD dan tokoh masyarakat, kami sudah tentukan penerima BLT-DD tahap pertama ini sebanyak 192 KK,” ujarnya.
Ditambahkan Zel Gusrial, dana yang di salurkan untuk 192 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui rekening bank BRI penerima BLT-DD untuk 3 bulan berjumlah Rp.1.800.000 per KPM dengan total BLT-DD yang disalurkan sebanyak Rp.345.600.000 yang berasal dari Dana Desa tahap pertama.
“Untuk 192 KK penerima BLT-DD ini akan menerima per bulan nya sebanyak Rp.600.000, dengan total Rp.1.800.000 per KK untuk tiga bulan. Saya berharap semoga bantuan ini bisa bermanfaat dan terutama bisa membantu mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarga penerima BLT-DD ini,” tandasnya.
Sementara itu, Tokoh Masyarakat Desa Banjar Negeri, Heri Yurizal mengatakan mewakili masyarakat Desa Banjar Negeri berterimakasih kepada pemerintah desa yang sudah berupaya mendata dan berjuang untuk dapat merealisasikan bantuan BLT-DD tahap pertama ini dan bagi penerima bantuan BLT-DD bisa bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari.
“Mewakili masyarakat, saya berterimakasih kepada Kepala Desa dan aparatur desa telah berupaya merealisasikan bantuan BLT-DD untuk masyarakat terdampak Covid-19. Harapan kepada masyarakat, bantuan dampak Covid-19 ini digunakan bukan untuk pesta pora, namun untuk kebutuhan sehari-hari. Semoga bisa bermanfaat dan semoga Covid-19 cepat berakhir,” ucapnya.
Heri Yurizal, yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Pesawaran juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak terjadi kecemburuan sosial bagi warga yang tidak menerima BLT-DD, karena dipastikan untuk 192 KK penerima BLT-DD tahap pertama ini mereka yang tidak mendapatkan bantuan sosial lain seperti PKH, BPNT, BST Kemensos maupun bantuan sosial lainnya. Sedangkan penentuan bagi penerima BLT-DD sudah melalui proses musyawarah dengan BPD dan tokoh masyarakat setempat.
“Bantuan BLT-DD ini disalurkan bagi yang belum menerima bantuan sosial lainnya seperti PKH BPNT dan lainnya, jadi pada prinsipnya kepala desa dan perangkat desa bersama juga kami tokoh masyarakat sudah bermusyawarah dengan sebaik mungkin dalam menentukan penerima BLT-DD ini. Sudah disampaikan pula jika ada yang belum terdata dimohon untuk menghadap ke kepala desa untuk dicarikan solusinya supaya tidak timbul kecemburuan sosial di masyarakat atau hal lainnya,” tegasnya.
Dilain pihak, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Pesawaran, Zuriadi yang diwakili Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Pesawaran, Nur Asikin mengatakan, bahwa bantuan BLT-DD sudah mempunyai syarat aturan dari pemerintah untuk memverifikasi data penerima, dan kepala desa kemudian melakukan musyawarah desa guna menghindari kecemburuan sosial di masyarakat.
“Batuan BLT-DD ini ada syarat aturan dari pemerintah, dan kepala desa melakukan musyawarah jika data penerima sudah terkumpul, dilakukan musyawarah karena bantuan ini tidak boleh dobel dan musyawarah harus melibatkan BPD dan desa termasuk pemantauan yang dilakukan pihak Kecamatan untuk menghindari kecemburuan sosial di masyarakat,” pungkasnya. (soc)
BACA :  Akademisi Dukung UMKM Pesawaran Produksi Sabun Pembersih Tangan