Desa Benahi Jalan Kabupaten Pakai Berita Acara

42
Kemas Yogi -  Kades Rejosari Teguh Maulana bersama Camat Natar Eko Irawan dan perangkat desa meninjau langsung proses pembangunan drainase dan pengurukan jalan menggunakan sabes di akses jalan menuju Desa Rejosari, Kamis (18/2). 

NATAR – Akses menuju Desa Rejosari yang sangat parah ternyata sering mengakibatkan wanita hamil mengalami keguguran, hal itu tidak berlebihan jika melihat kondisi jalan sepanjang 1,6 Kilometer itu.

Merespon keluhan warga tersebut, Kepala Desa Rejosari Teguh Maulana bersama seluruh perangkat desa dan BPD langsung memutuskan untuk ikut memperbaiki akses tersebut, meskipun seadanya. “Memang laporan dari warga mas, ada dua ibu hamil yang keguguran dalam minggu ini. Hal itu juga kami tuangkan dalam berita acara supaya tidak menjadi masalah ketika kami memperbaiki jalan milik kabupaten ini,” ungkapnya kepada Radar Lamsel, Kamis (18/2).

BACA :  Nanang Bentuk Tim, Bulan Depan Desa Dibina

Ia menambahkan, pihaknya langsung memulai pengerjaan membuat siring sepanjang jalan itu agar aliran air tidak tergenang. Ditambah dengan pengurukan menggunakan sabes agar jalan bisa layak dilewati. “Sebetulnya ini jalan punya Kabupaten mas, letaknya juga ditengah PTPN jadi mungkin agak sulit dikerjakan segera. Nah, kami hanya bisa menabur sabes dan meratakan,” tuturnya.

Teguh menjelaskan, meski milik kabupaten pihaknya selama ini tetap memprioritaskan fasilitas pendukung dijalan tersebut seperti penerangan. “Ya kami tidak bisa berbuat banyak, karena jalan ini kan punya kabupaten,” tegas dia.

BACA :  Desa Rulung Mulya Tetap Membangun Meski Pandemi

Sementara itu, Camat Natar Eko Irawan mengatakan kondisi tersebur akan segera dilaporkan kepada Dinas PU Kabupaten Lamsel. “Iya akan segera kami laporkan ke Dinas PU,” ujarnya.

Ia berharap, akses menuju Desa Rejosari itu bisa tersentuh pembangunan sebab selama desa itu berdiri memang akses jalannya tidak pernah dibangun. “Memang letaknya yang ditengah PTPN menjadi banyak pertimbangan untuk melakukan pembangunan, tetapi bukan tidak mungkin,” pungkasnya. (kms)