Desa Budidaya Tertinggi Penderita Gangguan Jiwa

1707

SIDOMULYO – Desa Budidaya, Kecamatan Sidomulyo patut mendapat sorotan dengan banyaknya penderita gangguan jiwa di desa itu.

Berdasarkan data dari Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo dari total 16 desa yang ada di Sidomulyo, Budidaya menjadi desa yang rawan penderita gangguan jiwa. Atas dasar tersebut pihak PRI Sidomulyo melarang keras pemasungan terhadap penderita gangguan jiwa.

Demikian yang dikemukakan dr. Rocky Sihombing. Menurutnya, tingginya angka tersebut patut menjadi perhatian semua pihak. Sebagai pemangku kepentingan di bidang kesehatan wilayah kecamatan pihaknya mewarning setiap keluarga yang memiliki penderita gangguanjiwa dilarang untuk memasung.

“Pemasungan dilarang keras, setiap warga negara memiliki hak yang sama. Selain melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) pemasungan dinilai tak etis,” katanya lagi.

BACA :  Penggugat BRI Temukan Kejanggalan

Saat ditanya berapa data valid penderita gangguan jiwa di Budi Daya Rocky Sihombing yang baru menjabat sebagai Kepala PRI Sidomulyo selama dua bulan lalu ini, belum bisa memberikan spesifikasinya. Namun dia berharap pemasungan tidak terjadi pada para penderita gangguan jiwa dimanapun berada.

“Kami harap apa yang tersampaikan pada lokakarya mini disambut dan disosialisasikan oleh pemerintah desa,” ujarnya.

Selain menyoroti tingginya angka penderita gangguan jiwa, Rocky Sihombing juga berusaha menekan kematian ibu dan anak. Penekanan tersebut menjadikan bidan desa sebagai ujung tombak perubah mindset masyarakat yang tingkat kepercayaan terhadap dukun beranak masih sangat tinggi.

BACA :  KPID Lampung Minta Lembaga Penyiaran Bersikap Netral

“Di desa-desa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap dukun beranak masih tinggi, kami percayakan bidan desa yang kami tugaskan bisa mengatasi hal tersebut,” katanya lagi.

Lebih lanjut mantan Kepala Puskesmas Way Urang itu menjelaskan jika mindset yang mengakar di masyarakat tidak segera dirubah. Otomatis angka kematian pada ibu dan bayi kemungkinan bertambah.

“Zaman sekarang memang sulit merubah kepercayaan namun dengan kegigihan dan kerjakeras tim mudah-mudahan angka kematian pada ibu dan bayi bisa ditekan oleh bidan desa,” tandasnya. (ver)