Desa dan Radar Lamsel Kolaborasi

46
Randi Pratama – Belasan operator desa dari kecamatan Way Panji, Sidomulyo, dan Rajabasa saat berbincang dengan pimpinan media Radar Lamsel di gedung Graha Pena, desa Kedaton, kecamatan Kalianda, Jumat (25/9/2020) pekan lalu.

Kembangkan Smart Village

 

KALIANDARadar Lamsel siap menjadi media partner pemerintah desa dalam waktu dekat. Kesepakatan ini lahir setelah beberapa operator desa dari tiga kecamatan menyambangi Graha Pena Radar Lamsel di jalan lintas Sumatera, Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda, Jumat (25/9/2020) pekan lalu.

Kedatangan 13 operator desa dari kecamatan Way Panji, Rajabasa, dan Sidomulyo ini disambut langsung oleh dua petinggi Radar Lamsel. Khairul  dan Edwin Apriandi. Tak ketinggalan, surat kabar harian (SKH) yang lahir sejak 19 Juni 2006 ini juga mengajak David, selaku pemateri.

Dalam hal ini, tugas David selaku perancang integrasi sistem yaitu memberi materi tentang desa pintar atau yang biasa dikenal dengan smart village. Pada kesempatan itu, David menjelaskan konsep dan sistem yang bisa dianut dalam penerapan tentang desa di dalam website smart village.

David mengatakan apapun yang akan dibangun dalam smart village, akan membuat desa semakin maju apabila ada potensi atau sektor ekonomi yang bagus. Tetapi, kata David, semua itu bisa dilakukan apabila pemerintah desa, dalam hal ini operator desa, bisa mengoperasikan sistemnya dengan baik.

BACA :  Kepala BPPRD Minta UPT Perpajakan Kerja Maksimal

“Balik lagi, kemampuan menulis sangat penting. Dari tulisan tersebut, kita bisa menjelaskan apa saja keunggulan, potensi, dan kelebihan desa yang tidak dimiliki desa lain,” katanya.

Ihwal kerja sama antara Radar Lamsel dengan beberapa desa mengenai pelatihan ilmu jurnalistik, CEO DJ Corp ini menilai hal itu merupakan ide yang bagus. Menurut dia, sangat penting bagi aparatur desa memahami ilmu menulis. Sebab, di era digital saat ini banyak khalayak yang memanfaatkan tulisannya untuk mendulang rupiah.

“Salah satu contoh membuat tulisan di blog. Di situ ada income dari adsense. Iklan-iklan yang dimasukkan oleh Google,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Tokoh Pers Radar Lamsel, Edwin Apriandi, mengatakan jurrnalistik adalah soal kepercayaan. Artinya secara prinsip Radar Lamsel siap menjadi media partner pemerintah desa. Tetapi, Edwin tidak bisa menjelaskan ilmu jurnalistik hanya dengan teori semata.

BACA :  Ribuan Hektar Sawah Diintai Banjir

Menurut dia, pelatihan menulis jurnalistik harus melalui pelatihan secara langsung karena persoalan jurnalistik menyangkut ilmu. “Nanti kita beri pelatihan langsung. Ilmu jurnalistik sangat diperlukan, apalagi demi mengembangkan potensi smart village atau desa pintar,” katanya.

Aditia, operator desa Banding, mengaku terkesan dengan sambutan yang diberikan oleh pihak Radar Lamsel, maupun David selaku pemberi materi. Menurut Aditia, dia bersama koleganya dari desa lain bisa belajar banyak dari materi smart village dan ilmu jurnalistik.

“Kita datang ke sini untuk mengetahui sistem, seperti apa sih konsep smart village yang sebetulnya. Kemudian kita juga ingin belajar menulis yang baik seperti yang ada di dunia jurnalistik,” katanya.

Kerja sama pelatihan ilmu jurnalistik di desa-desa dari tiga kecamatan itu akan dilakukan di tahun 2020 ini. (rnd)