Desa Diminta Anggarkan Rp 1,1 Juta untuk Juru Rawat

127
Rifky - Suasana lintas sektoral mini di Puskesmas Rawat Inap Tanjung Bintang, Selasa (22/10).

TANJUNG BINTANG – Untuk menjaga dan memperhatikan kesehatan masyarakat. Pemerintah Desa se Kecamatan Tanjung Bintang diminta menganggarkan Rp 1,1 juta maksimalnya per bulan untuk perawat desa.

Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Puskesmas rawat inap Kecamatan Tanjung Bintang, meminta dukungan penuh dari semua pihak untuk memprioritaskan hal tersebut.

Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Tanjung Bintang Darmawan mengatakan bahwa setiap desa harus menganggarkan untuk perawat desa yang nominal maksimalnya mencapai Rp. 1.100.000 per bulan. Keberadaan perawat desa sekaligus membantu program Puskesmas guna memeriksa penyakit tak menular yang berada di desa-desa.

“Setiap desa harus kompak menganggarkan dan setara nominalnya, jangan ada yang lebih tinggi, jika nanti ada yang lebih tinggi ditakutkan perawat desa maunya ke desa itu, nanti perawat desa yang memantau penyakit hypertensi, kencing manis dan penyakit tak menular lainnya,” ucap Darmawan saat rapat di aula Puskesmas rawat Inap Tanjung Bintang, Selasa (22/10).

BACA :  1.120 Warga Tanjung Bintang Terima Kartu BPNT

Dia juga mengatakan bahwa Puskesmas rawat inap tersebut berupaya maksimal dalam mencegah stunting, yakni dengan cara memberi obat FE atau obat tambah darah kepada remaja serta siswa SMP dan SMA.

“Jika nanti ada yang melihat anaknya pulang sekolah membawa obat FE, itu dari puskesmas, karena itu berguna menjaga daya tahan tubuh dan menjaga keseimbangan gizi bagi remaja,” ujar Darmawan.

Dalam pencegahan stunting itu, ibu hamil dan calon pengantin juga menjadi sasaran utama. Bagi ibu hamil diminta untuk memeriksakan kandungannya minimal empat kali dalam waktu sembilan bulan, bahkan sepasang calon pengantin juga harus diperiksa kesehatannya.

“Jadi nanti kandungannya diperiksa oleh bidan, bagaimana perkembangan janinnya, mengetahui gizinya sudah cukup atau belum, nanti kita juga akan menanyakan keluhan dari ibu hamil tersebut apa yang dikeluhkan. Kita juga meminta kepada Kepala KUA jika nanti ada sepasang calon suami istri diminta untuk memeriksakan kesehatannya terlebih dahulu ke puskesmas,” pungkas Darmawan.

BACA :  Dua Spot Bakal Wisata Baru

Masih kata Darmawan, guna menanggulangi wabah DBD di Kecamatan Tanjung Bintang yang pada tahun ini mencapai 66 kasus, Puskesmas tersebut merencanakan pembentukan Kader Jumantik yang nantinya akan disebar di setiap desa.

“Jumantik itu nantinya akan kita terus latih, misalnya beberapakali dalam satu bulan, tinggal menentukan tempat dan waktunya, jadi nanti tugas mereka memantau disetiap lokasi yang sekiranya dapat digunakan sebagai nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak,” beber Darmawan.

Sedangkan Camat Tanjung Bintang Hendri Hatta menjelaskan bahwa penyakit yang timbul disebabkan oleh lingkungan sekitar yang kurang baik, oleh karenanya dirinya meminta kepada seluruh Kades yang hadir untuk melakukan gotong-royong.

“Kita ajak warga kita gotong royong, kondisikan kebersihan lingkungan kita, masalah sekecil apapun di desa tolong melapor kepada camat biar nanti dicarikan solusinya, ayolah kita sama-sama membangun kecamatan Tanjung Bintang menjadi jauh lebih baik lagi,” tutur Hendri. (CW1)