Desa Gayam Raih Status ODF

33
Randi Pratama – Kepala Desa Gayam, Hendri, menerima sertifikat ODF yang diserahkan petugas UPT PRI Penengahan di balai desa setempat, Jumat (17/8/2020) lalu.

Launching ODF Kecamatan Penengahan Dijadwalkan Agustus

PENENGAHAN – Desa Gayam akhirnya meraih ODF (Open Defecation Fee). Sebanyak 128 warganya tersentuh program tersebut. Status ini menjadi bukti bahwa desa Gayam mampu mengubah kebiasaan buruk warganya, menjadi kebiasaan baik.

Status ODF didapat desa Gayam pada Jumat (19/7/2020), setelah menerima sertifikat dari tim verifikasi UPT PRI Penengahan. Kepala Desa Gayam, Hendri, bersama jajarannya menunjukkan sertifikat ini kepada masyarakatnya.

Hendri mengatakan keberhasilan meraih status ODF menjadi kebanggaan tersendiri bagi pihaknya. Sebab, kerja keras dan usaha yang selama ini dilakukan aparatur desa telah membuahkan hasil. Apalagi status ini dikejar sejak 2019 lalu.

BACA :  Semua Dusun Target Pembangunan Pemdes Banjarmasin

“Akhirnya dengan begini masyarakat tidak akan membuang air besar sembarang lagi,” katanya kepada Radar Lamsel, Minggu (19/7/2020).

Kepala UPT PRI Penengahan, Rosalina, mengamini jika desa Gayam sudah menyelesaikan status ODF-nya. Berbeda dengan desa Ruang Tengah yang masih berkutat untuk membereskan PR (Pekerjaan Rumah) ODF. Namun desa ini dipastikan akan selesai sebentar lagi.

BACA :  Pemberdayaan dan Akses Jalan Jadi Prioritas di Tahun 2021

Enggak ada lagi, semuanya sudah. Ini kan desa-desanya hanya melanjutkan program tahun 2019 lalu,” katanya.

Rosalina sedikit membuka status ODF yang diraih kan masing-masing desa. Total 22 yang mendapat ODF, 18 desa di antaranya dinyatakan lulus murni. Sedangkan 4 desa lainnya berstatus lulus bersyarat. Launching ODF di kecamatan Penengahan bakal dilaksanakan pada Agustus 2020 mendatang. (rnd)