Desa Gunungrejo Salurkan BLT-DD Kepada 123 Keluarga Prasejahtera

127
Kepala Desa Gunung Rejo, Susilo Budi Triwanto saat menyampaikan sambutan dalam rangka kegiatan penyaluran BLT-DD di Balai Desa Gunung Rejo, Kecamatan Way Lima.
WAY LIMA – Pemerintah Desa Gunung Rejo, Kecamatan Way Lima salurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahap Pertama di Balai Desa Gunung Rejo, Rabu (01/7).
Kepala Desa Gunung Rejo, Susilo Budi Triwanto mengatakan bahwa kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) kepada masyarkat yang terdampak Covid-19 sebanyak 123 Kepala Keluarga (KK) dengan kriteria sesuai dengan peraturan yang ditentukan dan berdasarkan musyawarah desa (Musdes) bersama dengan Badan Pemusyawaratan Desa (BPD).
” BLT-DD ini sudah ada kriteria yang di atur dari kementerian pusat, sesuai dengan aturan dan kriteria yang ada mereka ini tidak menerima bantuan sosial lainnya seperti bantuan PKH, BST Kemensos maupun BPNT dan bukan PNS. Setelah kita mendata didapat sebanyak 123 KK yang menerima BLT-DD ini benar keluarga prasejahtera dan layak menerima BLT-DD tahap pertama ini berdasarkan musyawarah kepala desa bersama dengan BPD,” ujarnya.
Ditambahkan Susilo Budi Triwanto, dana yang di salurkan untuk 123 keluarga penerima manfaat (KPM) melalui rekening bank BRI penerima BLT-DD untuk tiga bulan berjumlah Rp.1.800.000 per KK dengan total BLT-DD yang disalurkan sebanyak Rp.221.400.000 yang berasal dari dana desa tahap pertama.
“Sebelumnya ada 157 KK penerima dan dana yang disalurkan sebanyak 30% dari dana desa sekitar 300 juta sekian, namun karena ada perluasan bansos dari pusat maka ada pengurangan. Jadi penerima yang sudah mendapatkan bansos tersebut itu kami keluarkan karena peraturannya penerima BLT-DD ini tidak boleh menerima bantuan sosial lainnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan kepada aparatur desa agar tidak memotong walaupun hanya satu rupiah bantuan BLT-DD yang diberikan untuk masyarakat yang memang layak mendapatkan BLT-DD ini dan memberikan sanksi tegas berupa pemecatan apabila memang ada aparatur desa yang melakukan pemotongan BLT-DD di Desa Gunung Rejo.
“Saya juga telah menegaskan dan perintahkan untuk seluruh aparatur desa sampai ke ketua RT yang turun kebawah secara langsung agar tidak memotong satu rupiah pun bantuan kepada penerima BLT-DD ini. Jika terbukti memotong bantuan BLT-DD akan saya berhentikan ataupun kalau sampai ke ranah hukum dikatakan bersalah maka tidak akan saya bela,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Way Lima, Syukur Saliyak, S.Ag.,MM mengatakan, bagi masyarakat yang tidak menerima bansos seperti PKH, BPNT dan BST Kemensos, maka BLT-DD ini yang diberikan pemerintah untuk masyarakat terdampak Covid-19. Dan untuk penerima BLT-DD diharapkan bisa membantu perekonomian keluarga penerima dan dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Bagi masyarakat yang tidak menerima bansos seperti PKH, BPNT maupun BST Kemensos maka BLT-DD ini yang diberikan pemerintah untuk masyarakat terdampak Covid-19, jangan sampai terjadi kesalah pahaman ataupun kecemburuan sosial di masyarakat. Dan yang sudah menerima bansos lain maka tidak lagi mendapatkan bantuan BLT-DD ini karena itu peraturan dari pemerintah pusat. Saya berharap bagi penerima bantuan BLT-DD ini dipergunakan untuk keperluan sehari-hari untuk membeli sembako bukan untuk kepentingan pribadi lainnya,” ujar Syukur.
Dilain pihak, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Zuriadi mengatakan, menindaklanjuti Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 50 tahun 2020 dan Permendes Nomor 7 tahun 2020 terkait rencana penambahan bantuan BLT-DD untuk tiga bulan kedepan, pemerintah Kabupaten Pesawaran sedang menyusun peraturan Bupati dan peraturan tersebut sudah mencapai tahap finalisasi. Untuk saat ini batuan BLT-DD yang terealisasi sudah mencapai 96 persen di Kabupaten Pesawaran.
” Menindak lanjuti PMK Nomor 50 tahun 2020 terkait pengelolaan dana desa dan kemarin keluar lagi Permendes Nomor 7 tahun 2020 tentang prioritas penggunaan dana desa, ada rencana penambahan BLT-DD untuk tiga bulan berikutnya maka pemerintah kabupaten telah berupaya pak bupati  menyusun peraturan bupati, sampai sekarang ini masih dalam tahap finalisasi. Untuk saat ini tersisa 8 Desa lagi di Kabupaten Pesawaran yang belum menyalurkan BLT-DD dan kami akan mengupayakan segera tersalurkankan seluruhnya,” pungkasnya. (Soc)
BACA :  Disnak Pastikan Cacing Hati Hewan Kurban Dibuang