Desa Mandah Siap Deklarasi ODF

313
Ilustrasi ODF

NATAR – Desa Mandah, Kecamatan Natar siap deklarasikan ODF (Open Defecation Free). Ini setelah program gerakan stop Buang Air Besar sembarangan (BABs) atau ODF di Desa Mandah sudah rampung 100 persen.

Kepala Desa Mandah Sutris mengatakan, sebelumnya ada 11 warga yang menolak membangun jamban dengan alasan tidak memiliki uang untuk membayar upah tukang. Namun hal itu dapat diselesaikan dengan gotong royong warga sekitar untuk mengerjakan pembangunan jamban sehat tersebut.

“Kendalanya rata-rata karena tidak ada uang untuk membayar tukang, tetapi hal itu bisa diselesaikan karena warga sekitar rumah yang mendapat bantuan jamban sehat ikut membantu sehingga semua selesai dikerjakan,” kata Sutris kepada Radar Lamsel, Minggu (20/1).

BACA :  Nanang Dapat Gelar Pangeran Rajo Tihang

Sutris menambahkan, permasalahan lainnya adalah masyarakat tidak terbiasa BAB di jamban sehingga masih ada yang BAB sembarangan meski sudah ada jamban dirumahnya. “Masih ada masyarakat yang BAB sembarangan saat pertama dipasang jamban, tetapi sekarang sudah kita pastikan 100 persen BAB di jamban,” ujarnya.

Ia berharap, jika ada gerakan ODF di desa lain sebaiknya pemerintah juga memberikan dana untuk membayar pekerja. Sebab hal itu selalu menjadi alasan warga tidak memasang jamban . “Saran saja kalau tahun depan masih ada gerakan ODF ini, sebaiknya diberikan bantuan hingga selesai kepada desa-desa,” imbuhnya.

BACA :  Berharap 2021 per Desa Dijamah Infrastruktur APBD

Dijelaskan Sutris, gerakan ODF bagi desanya sangat penting apalagi berkaitan dengan kesehatan. “Kalau Desa Mandah sangat senang dengan program ODF ini. Warga menjadi semakin paham pentingnya BAB di jamban,” ungkapnya.

Meski begitu dia mengaku sangat sulit dalam mengajak masyarakat menggunakan jamban karena warga sudah terbiasa BAB sembarangan. “Sulit sebetulnya, tetapi kami terus mencoba karena ini untuk kebaikan masyarakat sendiri,” pungkasnya. (CW1)