Desa Tanjung Sari Serius Perangi Covid 19

83

NATAR – Pemerintah Desa Tanjung Sari tampaknya sangat serius dalam menghadapi wabah Covid 19, baik dalam pencegahan penyakit hingga penanggulangan dampak dari wabah itu sendiri.

Selain membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa (DD) kepada 60 Kartu Keluarga (KK), Pemdes yang dipimpin oleh Robangi itu juga telah melakukan penyemprotan lebih di 3.000 rumah milik warga.

Kepala Desa Tanjung Sari Robangi mengatakan, wabah corona atau covid 19 yang ditetapkan oleh PBB sebagai pandemi itu menang sangat mempengaruhi tatanan kehidupan warga di desanya. “Jelas sangat mempengaruhi, tetapi kami tidak bersantai-santai dengan wabah ini, seluruh desa wajib disemprot disinfektan untuk memastikan desa kami aman dari penyakit ini,” tuturnya.

Selain disinfektan, pihaknya juga telah membagikan masker, sanitizer hingga wastafel kepada seluruh warga. “Kalau fasilitas umum insya allah sudah sejak awal kami sterilkan, masker seluruh warga sudah kami bagikan, artinya kami sangat serius menghadapi pandemi ini,” kata dia.

BACA :  Pria Misterius Menyelinap Naik Pesawat

Disamping itu, terkait BLT DD yang jumlahnya hanya 60 KK telah melalui proses yang sangat panjang dalam pengusulannya. “Semua pihak terlibat dalam merumuskan calon-calon penerima BLT DD ini,” ucapnya.

Ia berharap, warga yang menerima BLT DD itu bisa memanfaatkan uang tersebut dengan baik dan benar. “Saya berharap BLT DD ini digunakan untuk membeli kebutuhan pokok, jangan untuk yang lain,” pungkasnya.

Pembangunan Jalan Rabat Beton Tetap Dilaksanakan

KENDATI Fokus memerangi Covid 19 sangat memakan anggaran dan menyita waktu, namun Pemdes Tanjungsari tetap melanjutkan pembangunan jalan rabat beton.

BACA :  Camat Warning Netralitas ASN Natar di Pilkada

Bahkan, empat titik telah dibangun sebagai bentuk tanggungjawab Pemdes Tanjungsari dalam hal penigkatan infrastruktur di desa.

Robangi mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan tidak bisa ditinggalkan meskipun misi melawan covid 19 juga tetap dilakukan. “Semua harus berjalan berbarengan, ya memang berkurang pembangunan jalannya, tetapi harus tetap ada,” terangnya.

Ia mengatakan, Selama tiga tahun menjabat Kades, dirinya selalu memprioritaskan pembangunan jalan. “Fokusnya memang pembangunan jalan, karena itu yang dibutuhkan warga, apalagi Desa kami mayoritas pekerjaannya petani,” katanya.

Pria kelahiran 1974 ini menegaskan, Pembangunan jalan didepan rumahnya saja belum diprioritaskannya karena baginya masyarakat adalah nomor satu. “Saya katakan kepada tetangga, jalan depan rumah nanti belakangan saja bangunnya, kita dahulukam warga yang lain,” ungkapnya.(Adv)