Desa Waysari Terbaik di Provinsi Lampung

743
Kades Way Sari Supriono dan Istri Endang Sri Purwati ningsih.

Swadaya Masyarakat Rp 170 Juta untuk Pembangunan Desa

NATAR – Desa Waysari, Kecamatan Natar kini menyandang predikat desa terbaik di Provinsi Lampung. Predikat terbaik tingkat provinsi itu berhasil diraih dalam gelaran lomba Kesrak, PKK-KB Kesehatan Desember tahun 2018 lalu.

Atas raihan itu, Desa Waysari akan mengikuti lomba Kesrak, PKK-KB Kesehatan tingkat nasional tahun ini. Untuk mempersiapan event tingkat Nasional itu, Pemerintah Provinsi Lampung, Pemkab Lamsel dan Pemerintah Desa Waysari terus melakukan pembinaan lebih lanjut.

Untuk membangun dan menata desa, pemerintah desa setempat tidak hanya memanfaatkan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD). Desa termuda di Kecamatan Natar itu juga berhasil menghimpun dana dari swadaya masyrakat untuk membangun sejumlah infrastruktur hingga ratusan juta.

Gelontoran dana dari pemerintah pusat, daerah dan hasil swadaya masyarakat itu dimanfaatkan untuk rehab jembatan penghubung antara Desa Waysari dan Desa Candimas. Tidak hanya itu, Pemerintah Desa Waysari juga melaksanakan pembangunan balai desa, pendirian gapura hingga bedah rumah warga kurang mampu.

BACA :  Diskusi Pemuda Jamaah Muslimin Tetap Patuhi Prokes

Desa yang terletak disebelah selatan Bandara Radin Inten II (Branti) tersebut juga membiasakan masyarakat untuk berprilaku hidup sehat dengan cara membersihkan diri sebelum masuk rumah setelah beraktivitas di kebun dan sawah.

“Masyarakat juga kita ajak untuk membiasakan diri hidup bersih dan sehat. Setiap rumah kita sediakan Guci untuk cuci tangan dan kaki sebelum masuk rumah. Setidaknya bisa mencontohkan kepada anak-anak untuk berprilaku hidup bersih dan sehat,” ungkap Kades Waysari Supriono kepada Radar Lamsel, Senin(14/1).

Supriono mengaku heran dan tidak menyangka desa yang ia pimpin berhasil meraih juara tingkat provinsi dalam lomba Kesrak yang dinilai pada Desember 2018 lalu. Dalam hatinya selalu bertanya-tanya, mengapa Desa Waysari yang terletak didalam bisa menjadi juara tingkat Provinsi Lampung, padahal banyak desa-desa yang maju dipinggir jalan lintas.

“Saya sempat bingung kenapa bisa juara, ternyata setelah direnungkan mungkin karena swadaya masyarakat yang mencapai Rp 170 juta itu jadi pertimbangan penilai menetapkan Waysari terbaik se-Lampung,” paparnya.

BACA :  Hewan Peliharaan Berkaki Empat Terancam Sanksi

Suami dari Endang Sri Purwatiningsih ini merasa bangga dengan perjuangan masyarakat desa untuk menjadikan Waysari yang terbaik bahkan se-Provinsi Lampung. “Masyarakat bergotong royong memperbaiki jembatan hingga Rp 30 Juta. Padahal seharusnya itu pekerjaan kabupaten, penambahan ruangan di balai desa Rp 60 Juta, bedah rumah hingga lima unit hingga pembangunan gapura selamat datang,” urainya. 

Khusus untuk bedah rumah, lanjut Supriono, dirinya sangat bersyukur masyarakatnya masih sangat peduli dengan tetangga sekitarnya. “Alhamdulillah warga masih peduli dengan tetangga kiri dan kanannya sehingga munculah program bedah rumah dari swadaya masyarakat. Karena selama diajukan ke Pemda Lamsel belum pernah dapat bantuan,”tuturnya.

Ia menyimpulkan, mungkin beberapa faktor tadi yang menjadi penilaian bagi tim penilai Provinsi Lampung menetapkam Waysari sebagai desa terbaik. (Adv)