Desa Wiyono Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Kakao

266
Foto Ilustrasi Kakao
GEDONGTATAAN – Upaya pemerintah Pesawaran menjadikan Desa Wiyono sebagai destinasi wisata kakao terus dilakukan. Secara bertahap peremajaan terhadap kebun kakao di Wiyono akan terus dilakukan.
 
“Melalui bantuan bibit kakao secara bertahap akan kita gulirkan untuk kampung wisata kakao di Wiyono,” ungkap Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona Jumat (18/1).
 
Dikatakan, bantuan bibit kakao tersebut tidak hanya bersumber dari APBD saja. Tetapi juga bersumber dari bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahan-perusahaan yang ada.
 
“Tidak hanya dari APBD, nantinya saya juga meminta bantuan stimulan dari stake holder untuk konsep perkebunan kakao,” ucapnya.
 
Dengan peremajaan kebun kakao lanjut Ketua Karang Taruna Lampung ini, diharapkan semakin meningkatkan produktifitas kakao tidak hanya di Wiyono tetapi juga di Pesawaran yang menjadi komoditas unggulan.
 
“Termasuk meningkatkan kualitas kakaonya juga. Sehingga para petani dapat masuk ke sektor pengolahan kakao menjadi barang setengah jadi. Sehingga para petani tidak hanya menjual bijinya saja, tetapi sudah mampu mengolah menjadi bahan setengah jadi,” jelasnya.
 
Kemudian lanjut Dendi desa-desa yang menjadi centra kakao akan diberikan peralatan pengolahan kakao. Dan tentunya akan tetap mendapat dukungan dari pemerintah pusat untuk bantuan peralatan tersebut. Mengingat keterbatasan APBD Pesawaran belum cukup kuat mengakomodasi semua kelompok tani.
 
“Karena alat pengolahan kakao tersebut tentu mahal, dan kalau tidak didukung pemerintah pusat, kabupaten belum kuat memberikan stimulan tersebut,” imbuh Ketua Apdesi Kabupaten Pesawaran ini.
 
Lebih jauh Dendi menambahkan, pengembagan kawasan Hortipark di Negerisakti merupakan wujud kontribusi nyata Pemda Pesawaran dalam pengembangan kakao. Mulai dari budidaya, fermentasi kakao, pengolahan biji kakao menjadi bahan setengah jadi, sampai menjadi produk olahan berupa coklat candi.
 
“Hortipark tersebut nantinya akan dikelola oleh perusahan daerah,” pungkasnya. (Esn)