Desak BPMD Percepat Proses Pencairan DD Tahap Dua

542
ILUSTRASI

KALIANDA – Bupati Lampung Selatan H. Zainudin Hasan meminta Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) untuk  mencari informasi ke pemerintah pusat, terkait dana desa (DD) tahap dua yang hingga kini belum direalisasikan ke daerah.

Zainudin tidak ingin program desa yang sudah dirancang oleh masing pemerintah desa molor hanya gara-gara keterlambatan realisasi dana desa untuk tahap II di kabupaten ini.

“Saya minta BPMD harus segera menindaklanjutinya ke pusat, supaya bisa tahu secara jelas, apa kendala lambannya pencairan DD tahap ke dua ini. Sebab semua desa di Lamsel telah lama menunggu pencairan dana desa tersebut,” ujar Zainudin kepada Radar Lamsel saat ditemui usai menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama seluruh kepala SKPD, di Aula Krakatau, Kantor Pemkab Lamsel, Selasa (28/9) kemarin

Dia mengungkapkan, dana desa memiliki peran yang cukup besar bagi pembangunan di desa. Oleh sebab itu, diharapkan kepada BPMD agar berupaya bagaimana caranya dana desa tahap kedua dari pemerintah pusat bisa cepat direalisasikan.

BACA :  13 PAC Muslimat NU Lamsel di Lantik

“Dana desa ini sangat berarti bagi pembangunan di desa. Karena dengan adanya dana desa, berbagai program pembangunan desa yang selama ini belum dapat terwujud karena minimnya anggaran yang dimiliki oleh pemerintah daerah. Maka dengan adanya dana desa ini seluruh desa di Lamsel sudah bisa mewujudkan berbagai program pembangunan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BPMD Lamsel Edi Firnandi menjelaskan, lambannya realisasi dana desa tahap kedua ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Lampung Selatan. Tetapi juga terjadi diseluruh kabupaten di Indonesia.

“Dari pusatnya memang sudah begitu (lamban, red). Senin (3/10) pekan depan nanti kami akan berangkat ke Jakarta untuk mempertanyakan kepada pemerintah pusat, kapan akan direalisasikannya dana desa tahap dua ini,” terangnya.

BACA :  Siap-siap! Kendaraan ODOL Bakal Ditilang

Dikatakannya, pihaknya juga belum mengetahui secara pasti apa penyebab dari lambatnya realisasi dana desa tahap dua ini. Padahal, lanjutnya, untuk pelaporan hasil kegiatan dana desa tahap satu dari masing-masing desa di Kabupaten Lamsel, itu sudah rampung semua dan sudah dikirimkan ke pusat.

“Kalau soal pelaporan hasil kegiatan DD tahap pertama kita (Lamsel, red) sudah selesai semua. Saya rasa bukan itu masalahnya, kemungkinan ada persolan lain yang saat ini sedang dihadapi oleh pemerintah pusat, terkait dana desa tersebut,” jelasnya.

Diketahui, Kabupaten Lamsel di tahun 2016 memperoleh kucuran dana desa dari pemerintah pusat sebesar Rp165 milayar yang diperuntukkan bagi 256 desa yang ada di 17 kecamatan se-Kabupaten Lamsel. Adapun proses pencairannya, itu dilakukan dalam dua tahapan, dimana untuk tahap pertama sebesar 60 persen dan tahap kedua 40 persen. (iwn)

BAGIKAN