Dewan Syuro Menggeliat, TEC Merayap, Ketut Supardi Terseret

110
Ist - Tony Eka Candra tampak menjalin silaturahmi dengan masyarakat Lamsel dari berbagai golongan.

KALIANDA – Kemunculan Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lampung Selatan, Muslih Zain yang mengklaim tengah menggagas terbentuknya poros baru, menghangatkan persaingan di kubu PKB.

Sebab, dari jauh hari PKB tampak memunculkan Aliful Ma’rifah untuk dipasangkan dengan kandidat calon Bupati Lamsel pada Pilkada 2020.

Kepada Radar Lamsel, Muslih Zain mengungkapkan bahwa kemunculan dirinya berangkat dari kekhawatiran Ketua Dewan Syuro itu akan sepak terjang PKB di Pilkada Lamsel yang dinilai belum jelas.

“ Saya berangkat dari kekhawatiran saya sebagai Ketua Dewan Syuro PKB Lamsel yang menganggap PKB perlu sosok yang mampu untuk itu. Karenanya saya menggagas terbentuknya poros baru bersama dengan Ketua DPC Demokrat dan DPD Perindo Lamsel,” kata Muslih, Selasa (4/8).

Secara terang-terangan Muslih mengatakan bahwa dukungan akar rumput PKB lebih condong kepada dirinya. Boleh jadi hal itu tak terlepas dari sosok Muslih sebagai Ketua Dewan Syuro.

“ Kalau dukungan akar rumput dari PAC ya condong ke saya, tetapi bukan berarti saya menjadi pesaing Ning Alif bukan. Hanya demi PKB saja maka saya putuskan untuk muncul agar PKB ini punya nilai plus,” ucapnya.

Kader PKB ini juga mengklaim telah berbicara dengan Agus Revolusi dan Aribun Sayunis ihwal poros baru. Ia menegaskan siap diusung sebagai bakal calon wakil bupati jika memang poros baru terbentuk.

“ Kalau dari pembicaraan memang saya dimunculkan sebagai kandidat wakil bupati terlepas dari siapa nanti yang akan dimajukan oleh poros baru,” tandasnya.

Terpisah, kubu alif merespon santai kemunculan Ketua Dewan Syuro PKB Lamsel itu. Kepada Radar Lamsel kakak Aliful Ma’rifah, Bahaudin mengaku sama sekali tak terusik dengan kemunculan beliau.

“ Kami nggak terusik, ya silakan saja. Toh kubu Ning Alif juga terus bergerak. Tadi baru saja bertemu dengan Bupati pasca terbentunknya kepengurusan Perempuan Bangsa, lalu nanti juga akan bertemu dengan mas Agus (Ketua DPC Demokrat Lamsel ‘red) kita tungg saja apa hasilnya besok,” ucap Gus Baha sapaannya ketika dihubungi tadi malam.

Di bagian lain. Liaison Officer Hipni – Melin, Budi Setiawan juga mengklaim tengah berkomunikasi dengan PKB. Budi bahkan tak sungkan menyebut bahwak kemungkinan tandem dengan PKB sudah 90 persen. “ Komunikasi dengan PKB, inysaallah 90 persen,” kata Budi.

Namun Ketua DPC PKB Lamsel Imam Subkhi belum berstatemen soal sikap PKB kedepan. Begitu juga Ketua DPC Demokrat Lamsel Agus Revolusi belum bisa dikonfirmasi ihwal komunikasi sejumlah pihak dengan dirinya terkait peluang terbentuknya poros baru. Dihubungi keduanya belum merespon.

BACA :  Disperkim Benahi 8 LPJU Rusak, Tersisa 12 Lagi

Di bagian lain, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Lampung H. Tony Eka Candra (TEC) menggelar silaturahmi bersama Umat Kristiani Kabupaten Lampung Selatan, Himpunan Pengusaha Online (HIPO) Lampung Selatan, dan Perwakilan Pelaku Usaha dan Pedagang Pasar Kalianda Lampung Selatan, Senin (3/8/2020).

Acara yang berlangsung secara terpisah, dengan tetap menerapkan Standar Protokol Kesehatan Covid-19. Tony Eka Candra (TEC) mengawali pertemuan dengan menyapa perwakilan Umat Kristiani Lampung Selatan kemudian dilanjutkan dengan pertemuan dengan para pengusaha Online Lampung Selatan yang dipusatkan diaula DPD Partai Golkar Kabupaten Lampung Selatan, lalu dilanjutkan pada malam hari bersilaturahmi dengan para perwakilan Pelaku Usaha dan Pedagang Pasar Kalianda yang dipusatkan di Yayasan Ikatan Sosiawan Sosiawati Kalianda (ISTIDA) Kabupaten Lampung Selatan.

TEC mengungkapkan, dengan adanya do’a dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, akan memberikan kontribusi, motivasi dan semangat juang yang besar baginya untuk terus berikhtiar maju menjadi Bupati Lampung Selatan kedepan.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, saya siap untuk menghibahkan waktu, pikiran dan tenaga, serta memberikan pengabdian terbaik untuk Kabupaten Lampung Selatan. Insya Allah apabila takdir Tony-Antoni terpilih pada Pilkada Kabupaten Lampung Selatan 9 Desember 2020 mendatang, bersama seluruh elemen masyarakat, Tony-Antoni bertekad menjadikan Kabupaten Lampung Selatan sebagai Kabupaten ‘termaju’ di Provinsi Lampung yang Aman, Maju, Mandiri, Sejahtera, Berkeadilan, Berdaya saing, dan Bermartabat,” ucap TEC.

Di sisi lain, pernyataan Kepala Desa Margodadi, Kecamatan Jatiagung, Sutrimo terkait dugaan ijazah palsu Bupati Lamsel H Nanang Ermanto menarik disimak kelanjutannya, usai LBH Sabusel melaporkan Sutrimo yang dinilai merugikan klien mereka.

Menariknya, nama Anggota DPRD Lamsel Ketut Supardi muncul ke permukaan terkait dengan upaya pengusutan ijazah Nanang Ermanto di masa lampau. Sumber Radar Lamsel bahkan mengisyaratkan Ketut Supardi sempat dipanggil oleh Ketua DPC PDIP Lamsel terkait hal tersebut. Namun sumber ini enggan menerka-nerka, apakah itu terkait masa depan Ketut Supardi sebagai Kader PDIP Lamsel yang terancam? sumber ini menutup rapat-rapat.

Pasalnya, Sutrimo dalam pernyataannya di media daring juga menyebut nama Anggota DPRD Lamsel dari Fraksi PDI Perjuangan Ketut Supardi. Sutrimo secara jelas menyatakan bahwa Ketut-lah orang dibalik investigasi yang ia lakukan tersebut utamanya pendanaan.

BACA :  Masih Anonim Sampai Liang Lahat

“Saya waktu itu sebagai Ketua LSM Libas diminta oleh pak Ketut untuk menginvestigasi, tetapi ditengah perjalanan dihentikan oleh pak Ketut pendanaannya,” ungkapnya kepada Radar Lamsel, Senin (3/8) malam.
Boleh jadi peranan itu  dilatarbelakangi suatu hal, apalagi saat itu Nanang Ermanto yang terpilih sebagai Anggota DPRD Lamsel di Daerah Pemilihan (Dapil) yang sama dengan Ketut Supardi. Publik terlanjur curiga adanya pihak yang menginginkan skenario pemecatan Nanang, tahun 2009 kala itu.
Radar Lamsel mencoba menghubungi Ketut Supardi untuk memastikan keterkaitannya soal kabar tersebut, sebab hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Ketut Supardi untuk menjawab pernyataan Sutrimo itu.

“Maaf ya mas, untuk saat ini saya belum bisa jawab. No Coment,” tegasnya sembari mengakhiri pembicaraan via telepon, Senin malam (3/8).

Sementara Bupati Lamsel H. Nanang Ermanto mengaku tak tahu soal keterlibatan Ketut Supardi dalam upaya pengusutan ijazah miliknya. Ketika ditanya ia menjawab singkat. “ Saya nggak tahu itu. Kalau untuk pemeriksaannya silakan tanya dengan tim hukum saya,” singkatnya saat berkunjung di Kecamatan Sragi, dua hari lalu.

Terpisah, Ketua LBH Sabusel Hasanudin SH. Mengatakan bahwa perkembangan pelaporan Sutrimo yang dinilai merugikan klien mereka tengah masuk dalam tahap lidik, diantaranya juga memanggil pihak-pihak terkait ihwal tudingan ijazah Nanang Ermanto.

“Kasus ini sudah di lidik. Itu murni keinginan klien kami yang merasa gerah karena selalu di ubek-ubek urusan ijazah. Padahal sudah jelas verifikasi faktual oleh KPU, kalau ijazah yang dipakai Nanang itu palsu tentu beliau tidak akan duduk menjadi Wakil Bupati kala itu. Dan kalau apa yang disampaikan Trimo tidak terbukti maka bisa dijerat hukuman 4 tahun kurungan. Dengan kata lain Trimo sama saja meragukan kinerja KPU Lamsel kalau demikian,” kata Hasan, Selasa malam.

Lalu apa keterkaitan Ketut Supardi dalam pusaran kasus ini? Hasan mengatakan keterangan Sutrimo seakan-akan bahwa Ketut Supardi yang mendanai misi pengusutan ijazah tersebut, namun begitu belum jelas kebenarannya karena Ketut Supardi sendiri hingga saat ini masih belum jelas keterangannya.

“ Kalau penjelasan Trimo memang demikian, seakan-akan Ketut dibalik pengusutan ijazah pada 2009 silam tetapi dari pihak Ketut sendiri sampai saat ini masih belum jelas juga keterangannya,” tutup Hasan.(ver/red)