Diare jadi Kasus yang Paling Dominan

51
Ilustrasi Diare

KALIANDA – UPT Puskesmas Way Urang telah mendata kasus-kasus yang terjadi selama bulan Juli lalu. Dari pengamatan surveilans, kasus DBD menyerang 1 orang. Kasus selanjutnya yaitu suspek tifoid yang menyerang 7 orang. Kemudian di tingkat yang lebih tinggi ada kasus pneumonia yang menjangkit 10 orang.

Kasus chikungunya yang sempat hangat beberapa waktu lalu rupanya menyerang 15 orang. Kasus terakhir yang mencapai angka fantastis yaitu diare yang serangannya menuju ke 77 orang. Pelbagai macam kasus penyakit tersebut penyebarannya hampir merata ke beberapa desa yang menjadi wilayah Puskesmas Way Urang.

BACA :  Persepsi KPU Tak Berubah, Bawaslu Tunggu Keterangan Ahli

“Kalau tifoid dari Way Urang, dan Way Lubuk,” ujar Kepala UPT Puskesmas Way Urang, Saiful Anwar, S.Km.,M.Kes. kepada Radar Lamsel, Senin (10/8/2020).

Dari sekian banyak kasus yang ada, Saiful mengatakan semuanya berbahaya karena memiliki risiko perkembangan dengan cepat. Sebab, semua penyakit itu termasuk dalam penyakit menular. Meski demikian, mantan Kepala UPT PRI Penengahan ini memberi saran kepada masyarakat jika terserang salah satu penyakit tersebut.

“Penanganan yang cepat, dan tepat sesuai dengan SOP (standar operasional prosedur) dari masing-masing penyakit itu bisa kita atasi,” katanya.

BACA :  Masih Anonim Sampai Liang Lahat

Karena itu, lanjut Saiful, jika ada masyarakat yang sakit karena menderita penyakit seperti itu harus ditangani sesegera mungkin. Langkah ini dilakukan agar penyakitnya tidak membahayakan bagi diri sendiri, dan orang lain. Saiful menekankan masyarakat harus lebih berani supaya bisa menghindari penyakit-penyakit tersebut.

“Penanganan pertama untuk yang sakit segera diobati. Kemudian dari kami memberikan edukasi cara pencegahan penularannya, serta berperilaku hidup bersih dan sehat,” katanya. (rnd)