Dibulan Ramadhan, Penghasilan Satu Dusun Penghasil Tapai Ini Meningkat

850

PALAS – Bulan Suci Ramadhan menjadi berkah tersendiri bagi warga Dusun Kaliliak, Desa Kalirejo, Kecamatan Palas. Sebab, penghasilan warga dusun yang mayoritas penduduknya sebagai produsen makanan tapai singkong ini meningkat dua kali lipat.

Bagi warga dusun setempat, membuat tapai singkong adalah aktivitas yang sudah turun-temurun digeluti oleh warga Dusun Kaliliak. Bahkan, dari 80 Kepala Keluarga (KK) yang ada di dusun itu semuanya mengeluti pekerjaan tersebut.

Badriah (40), salah satu pengrajin tapai singkong yang sudah mengeluti pekerjaan tersebut selama 20 tahun ini mengaku di bulan puasa permintaan tapai meningkat dua kali lipat.

BACA :  7.737 Petani Palas Masuk E-RDKK

“Sebelumnya saya hanya mampu menjual 2 keranjang, sekarang menjadi 4 keranjang. Sebelumnnya harganya cuma Rp 8.000 perkilogram jadi Rp 10.000,” kata Badriah kepada Radar Lamsel, Rabu (30/5) kemarin.

Wanita yang mengeluti mebuat tapai singkong sejak tahun 98 itu mengaku awalnya bekerja sebagai petani. Namun lantaran kerap dilanda gagal panen, ia pun beralih menjadi pengrajin tapai.

“Saya belajar membuat tapai dari ayah. Awalnya saya agak ragu, namun setelah dikerjakan hasilnya cukup lumayan bisa menyekolahkan anak sampai pergurau tinggi,” tarangnya.

Kepala Dusun Kaliliak Muyono juga seorang pengrajin makanan tapai. Bahkan, ia sudah melakoni usaha itu lebih dari 30 tahun. Ia mengungkapkan, warganya sudah menggeluti pengrajin tapai sejak awal tahun 70-an. “Pekerjaan ini dibawa oleh orang transmigran tahun 70an hingga sekarang menjadi pekejaan yang turun-temurun,” tuturnya.

BACA :  Ternak Babi Off Pasca Serangan ASF

Mulyono mengungkapkan selama Bulan Ramdhan ini pengrajin tapai di menjadi bertambah. Sedangkan naiknya harga tapai pada saat ini menurutnya disebabkan menurunnya produksi buah-buahan yang ada di pasar.

“Bulan puasa kali ini menjadi berkah untuk warga. Sekarang hampir semua rumah membuat tapai untuk dipasarkang di Lampung Selatan hingga Lampung Timur,” pungkasnya. (Cw1)