Didemo Warga, Waskita Karya Setujui 7 Kesepakatan

719

CANDIPURO – Warga Desa Rantau Minyak, Kecamatan Candipuro dan Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo mendemo PT. Waskita Karya, Kamis (12/4) kemarin.

Penyebabnya, keluhan warga seperti tak ditanggapi oleh palaksana proyek JTTS Stationing (STA) 47. Mulai dari jalan licin, banyak pengendara tumbang dijalanan hingga tanah yang berserakan disepanjang jalan mengganggu kenyamanan berkendara.

Demonstrasi warga dua desa itu menghasilkan tujuh poin kesepakatan. Antara lain; ruas jalan Sidomulyo –Rantauminya mesti bersih dari lumpur, kendaraan rusak akibat tergelincir harus diperbaiki perusahaan, perbaikan drainase, perusahaan juga harus menutup bak truk material, sopir dump truk tak boleh ugal-ugalan, menyediakan petugas khusus pembersihan jalan dan Waskita harus siap menerima kritik dan masukan.

Kardiman (45), tokoh masyarakat Desa Rantauminyak, Kecamatan Candipuro mengatakan, kemarahan warga sudah tak terbendung lagi. Dilatarbelakangi keluhan yang diabaikan maka warga memutuskan untuk protes kepada Waskita Karya.

“ Bukan sekali dua kali pengendara jatuh akibat jalan licin. Mestinya kalau sudah begitu perusahaan harus punya sikap bagaimana agar hal serupa tak terulang kembali,” kata dia dihadapan pihak Waskita Karya, di Desa Rantauminyak, Kecamatan Candipuro.

Kardiman beserta warga didua desa itu tak segan menggeruduk Waskita Karya untuk menyampaikan aspirasi. Ia menilai aksi yang dilakukan ini adalah buntut dari sikap Waskita yang tak pro rakyat.

BACA :  Komposisi Poros Baru Digodok

“ Kami sebagai masyarakat sudah cukup sabar dengan situasi ini. Bayangkan saja masyarakat disuguhi jalan licin berlumpur dan kami minta direksi Waskita Karya memenuhi tuntutan tersebut,” tegasnya.

Camat Sidomulyo Wasidi yang memimpin mediasi keduabelah pihak menegaskan pihak Waskita Karya harus segera menjalankan hasil kesepakatan tersebut. Ia juga berjanji bakal mengawal tujuh poin itu agar tak dilanggar oleh perusahaan.

“ Kesepakatan yang sudah dicapai jangan sampai didiamkan dan diacuhkan. Bisa-bisa warga kembali protes, maka tuntutan yang dilayangkan harus segera dikerjakan oleh Waskita,” sebut dia.

Mantan Sekcam Sidomulyo ini juga me-warning Waskita Karya untuk menjaga komitmen kesepakatan. Wasidi tak mau ditengah perjalanan gejolak serupa kembali terulang.

“ Kami apresiasi warga sudah berani menyuarakan aspirasinya. Timbal baliknya Waskita Karya harus komitmen dengan kesepakatan yang telah disepakati jangan sampai ditengah perjalanan kembali timbul masalah. Sebab itu dapat menyulut emosi warga,” sebut dia.

Hal senada dikatakan Camat Sidomulyo Affendi yang turut mendampingi warganya. Jarak yang berdekatan antara Desa Sidomulyo – Rantauminyak menyebabkan kedua desa itu datang bersamaan menyaurakan protes.

Alhamdulillah setelah dimediasi oleh Uspika Sidomulyo dan Uspika Candipuro muncul kesepakatan. Untuk kendaraan yang rusak akibat tergelincir dijalan licin juga sudah bersedia diperbaiki oleh Waskita,” ujar mantan Camat Candipuro ini.

BACA :  Dewan Syuro Menggeliat, TEC Merayap, Ketut Supardi Terseret

Puryoko, pihak Waskita Karya menyanggupi tujuh poin yang disuarakan masyarakat. Ia menyatakan kesiapannya untuk merealisasikan kesepakan agar tak timbul protes dikemudian hari. Ia juga menambahkan untuk proposal pengalihan jalan diakuinya sedang dalam tahap verifikasi oleh direksinya.

“ Soal tujuh kesepakatan kami menyanggupi, untuk pengalihan jalan atau jalan alternatif proposal yang masuk sedang diverifikasi oleh jajaran direksi,” singkatnya.

Disisi lain, aksi masyarakat itu mendapat sorotan dari anggota DPRD Lamse Syaiful Anwar. Dijelaskan langkah tersebut merupakan langkah yang tepat lantaran sudah sejak lama aspirasi seolah tak digubris oleh Waskita Karya.

“ Kalau warga sudah turun begini kan repot. Kemarin kemana saja? Sudah puluhan motor tergelincir, belum lagi perjalanan anak sekolah yang terhambat karena lumpur. Seharusnya sejak lama keluhan-keluhan itu ditanggapi,” ujarnya menanggapi.

Politisi Partai Gerindra ini menegaskan Uspika harus mengawal hasil kesepakatan tersebut. Pasalnya apabila tak dikawal dikhawatirkan muncul aksi-aksi protes lainnya. “ Kawal. Jangan tak dikawal, kita nantikan komitmennya jangan hanya merugikan masyarakat dan pengguna jalan saja,” tandasnya. (ver)