Diduga Hendak Mencuri, Warga Lamtim Dihajar Massa

739

Kepala Desa Kekiling: Dia Cukup Meresahkan

PENENGAHAN – Nasib sial harus dialami Basri (34), warga Lampung Timur. Dia dihajar oleh massa karena diduga hendak melakukan tindakan pencurian di Pondok Pesantren (Pontren) Terpadu Ushuluddin, di Desa Belambangan, Kecamatan Penengahan, sekitar pukul 3.30 WIB, Minggu (18/11).

Pimpinan Pondok Pesantren Ushuluddin, K.H.Dr. A. Rafiq Udin, S.Ag.,M.Si membenarkan bahwa Basri hendak melakukan aksinya di pesantren itu. Menurut Rafiq, aksi Basri diketahui oleh petugas pesantren yang saat itu sedang berjaga malam.

“Iya, sudah ditangkap. Dia dikejar oleh petugas yang piket malam yang dibantu oleh masyarakat, tapi masyarakat yang menangkap,” kata Rafiq saat dihubungi Radar Lamsel.

Kepala Desa Kekiling, Idham Husni mengatakan, aksi Basri yang diduga akan melakukan pencurian di Pontren Ushuluddin diketahui oleh santri setempat. Merasa terancam, kemudian Basri melarikan diri ke area Desa Kekiling.

BACA :  Tipu-Tipu Gandakan Uang, Darsak Gasak Rp80 juta

Warga yang melihat aksi kejar-kejaran itu pun langsung ikut memburu Basri. Setelah melakukan aksi kejar-kejaran, warga berhasil mengepung Basri hingga menghajarnya sampai tak berdaya. Beruntung, aksi tersebut tak sampai membuat Basri kehilangan nyawa.

“Belum jelas dia mau mencuri apa, tetapi dia membawa senjata tajam. Sekarang sudah diserahkan ke Mapolsek Penengahan untuk diperiksa,” katanya.

Idham mengatakan, Basri adalah warga Lampung Timur yang mengontrak di Desa Kekiling bersama dengan istrinya. Lebih jauh Idham mengatakan, selama mengontrak, Basri dinilai sangat meresahkan. Pasalnya, sejak Basri tinggal di desa setempat, banyak barang milik warga yang hilang.

BACA :  Ditlin Kementan Minta Petani RTL

“Memang meresahkan, sebab sudah banyak yang hilang, terutama handphone, alat penyedot air. Tapi selama ini kami belum menemukan barang buktinya, yang pasti lingkungan sekitar sini sedang rawan kehilangan,” katanya.

Menurut Idham, sejauh ini sudah ada lima warganya yang telah melaporkan kehilangan alat penyedot air atau sanyo. Selain menemukan senjata tajam, warga juga menemukan sepeda motor milik Basri yang disembunyikan di area perkebunan perbatasan Desa Kekiling dan Belambangan.

Namun sayang, saat dikonfirmasi soal kasus dugaan pencurian ini, Kapolsek Penengahan AKP. Enrico D. Sidauruk, S.IK tak menjawab dan mengangkat telepon dari Radar Lamsel. (rnd)