Diduga Korban dan Pelaku Sudah Saling Kenal

1420

KETAPANG – Jajaran Polres Lampung Selatan dan Polsek Penengahan belum bisa mengungkap kasus pembunuhan korban Nurhasanah (25) warga Dusun IV, Desa Kemukus, Kecamatan Ketapang yang ditemukan tewas bersimbah darah didalam kamarnya, Sabtu (12/12), sekitar pukul 06.30 WIB.

Korban menempati rumah bersama putri semata wayangnya Meza (5) diduga menjadi korban pembunuhan yang disertai perampokan. Sebab selain mengacak acak isi kamar korban, pelaku juga membawa kabur motor Honda Beat warna putih kombinasi biru nomor polisi (nopol) BE 4470 OS dan Handphone korban. Sementara suami korban Suranto (30) diketahui sedang bekerja sebagai TKI di Malaysia.

Kanit Reskrim Polsek Penengahan Aiptu Suyitno mengatakan, dirinya masih berada di rumah korban untuk menyelidiki lebih lanjut kasus pembunuhan ibu rumah tangga satu anak itu. Namun sampai Minggu kemarin (13/12), petugas belum menemukan titik terang pelaku dan motif pembunuhan korban.

“Kami belum bisa menyimpulkan apa motif pembunuhan korban. Kami juga masih mendalami kasus ini untuk mengungkap siapa plakunya,” kata Suyitno saat dikonfirmasi Radar Lamsel, kemarin siang.

Dihubungi terpisah, Kepala Desa Kemukus Imam Junaidi mengatakan, aparat kepolisian dan aparat desa sudah mengantongi identitas pelaku pembunuhan korban. Namun sayang, keberadaan pelaku tidak diketahui. “Kalau identitasnya sudah tahu mas, hanya keberadaannya yang belum diketahui mas. Karena sejak kejadian itu, orang yang dicurigai tidak ada di tempat,” tutur Imam yang tak mau menyebutkan identitas pelaku kemarin.

Sementara itu, keterangan yang berhasil dihimpun dilokasi kejadian, tewasnya ibu muda tersebut diketahui berawal dari teriakan anak korban yang keluar dengan berlumuran darah pada pagi hari, Sabtu (12/12). Melihat bocah kecil itu berteriak minta tolong, warga sekitar pun menuju rumah korban dan melaporkan kejadian tersebut ke aparatur pemerintah desa setempat.

Beberapa saat kemudian Kapolres Lampung Selatan AKBP Adi Ferdian Saputra, Kapolsek Penengahan AKP Mulyadi Yakub dan Camat Ketapang Darsito tiba di rumah duka. Sementara tim gabungan dari Reskrim Polres Lampung Selatan, Polsek Penengahan dan Inafis Polres Lampung Selatan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sedangkan jenazah korban dibawa ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Bob Bazar Kalianda untuk di outopsi.

Dilokasi kejadian hasil temuan sementara, diduga antara korban dan pelaku sudah saling kenal. Pasalnya tidak ditemukan kerusakan pintu ataupun jendela, layaknya pencuri masuk kedalam rumah. Bisa jadi pelaku masuk kedalam rumah korban dengan cara bertamu.

Namun Kapolsek Penengahan AKP Mulyadi Yakub maupun Kanitreskrim Polsek Penengahan Aiptu Suyitno masih enggan berkomentar terkait temuan itu. “Nanti kita saling informasi. Sebab masih kita selidiki. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kasus ini dapat kita ungkap,” ujar Kanitreskrim.

Informasi lainnya, anak korban Meza (5), bocah yang masih duduk di Taman Kanak-Kanak (TK) itu menuturkan bahwa sebelum ibunya meninggal ada seorang laki-laki yang biasa menemui ibunya. “Yang kesini tukang pisang, yang bawa motor gerandong,” ujarnya dihadapan sejumlah warga.

Sementara berdasarkan keterangan pihak RSUD Bob Bazar, korban tewas setelah menderita cekikan dilehar dan pukulan benda keras beberapa kali diwajahnya sehingga wajah korban tidak simetris lagi.(man)

BAGIKAN