Dihantam Hujan Deras, Pondasi Tanggul Jebol

552
Veridial – Satu unit jembatan nyaris ambruk, sementara pondasi tanggul sungai Way Citenjo Desa Pemulihan Kecamatan Way Sulan jebol akibat hujan semalaman, Kamis (28/9) kemarin.

WAYSULAN – Jembatan yang membentang disungai Way Citenjo di Desa Pemulihan Kecamatan Way Sulan nyaris ambruk dihantam hujan deras. Tak jauh dari lokasi jembatan itu, pondasi tanggul yang saat ini sedang dikerjakan juga jebol. Ini disebabkan  dinding tanggul dan pondasi jembatan tak kuat menahan terjangan air akibat hujan deras, Kamis (28/9) kemarin.

Pantauan Radar Lamsel, kedua bangunan tersebut berdekatan dengan proyek normalisasi sungai Way CitenjoIni dikhawatirkan juga menimpa proyek senilai Rp 791.963.000,- itu.

Camat Way Sulan Tri Mujianto mengatakan, pondasi yang jebol itu bukan merupakan tanggungjawab rekanan meski lokasinya berdempetan.

BACA :  Nanang Minta Masyarakat Jaga Kondusifitas Jelang Pilkada

“ Sudah kami buatkan berita acara terkait kejadian ini. Kami akan laporkan ke Bupati Lamsel untuk perbaikan menggunakan dana taktis DPUPR karena ini bukan pekerjaan rekanan,” kata Tri Mujianto kepada Radar Lamsel, Kamis (28/9) kemarin.

Dikatakannya, hujan deras yang terjadi sejak Rabu malam hingga Kamis pagi menyebabkan debit air Way Citenjo meningkat drastis. Akibatnya pondasi tanggul jebol namun luapan air tak sampai membahayakan persawahan dan pemukiman warga.

“Penanganan pertama kami instruksikan untuk dilakukan perbaikan sementara agar kerusakan tidak terlalu parah, soalnya dikhawatirkan hujan susulan bakal terjadi lagi,” kata dia.

BACA :  Instruksi Pusat: Ceriwislah Bawaslu!

Sementara Kepala UPT DPUPR Wayan Nuryana juga sudah meninaju lokasi tersebut. Dia meminta rekanan yang masih dalam masa pengerjaan normalisasi sungai Way Citenjo hingga Oktober mendatang.

“Kalau sampai jebol seperti ini (pondasi tanggul red), mau tak mau harus dilakukan pembongkaran ulang. Sebab masih ada waktu hingga Oktober 2017,” kata Nuryana.

Meski bukan tanggungjawab rekanan akan tetapi kerusakan yang terjadi sangat dekat dengan proyek yang nilainya hampir Rp 800 juta itu. “ Sebelum kejadian seperti ini pengawasan normalisasi sungai akan kami perketat lagi,” ungkapnya. (ver)

BAGIKAN