Dilanda Pandemi, Kedaung Tetap Realisasikan Pembangunan Infrastrukur

52
Kepala Desa Kedaung, Edi Kuswanto.

SRAGI – Tahun 2020 memang menjadi tantangan bagi pemerintah desa dalam melaksanakan program pembangunan ditengah pandemi Covid-19 sejak awal tahun ini.

Tidak terkecuali di Pemerintahan Desa Kedaung, Kecamatan Sragi. Meski penanggulangan Covid-19 menjadi tugas utama pemerintah desa, namun hal itu tidak menghentikan program pembangunan infrastruktur yang sudah menjadi visi dan misi pemerintah desa.

Kepala Desa Kedaung Edi Kuswanto mengatakan, di tahun 2020 ini memang memiliki tantangan tersendiri bagi pemerintah desa dalam melaksanakan pembangunan. Pemerintah desa harus benar-benar selektif dalam melaksanakan program pembangunan infrastruktur di tengah penanggulangan Covid-19 yang juga harus berjalan.

“Tahun pertama saya menjabat kepala desa, memang penuh tantangan. Penanggulangan Covid-19 memang harus diutamakan, tapi kita juga tidak boleh melupakan pembangunun infrastruktur yang sudah menjadi visi dan misi kita,” ujar Edi Kuswanto memberikan keterangan kepada Radar Lamsel, Senin (7/9).

Edi mengungkapkan, di tahun ini pemerintahannya memang harus selektif dalam melaksanakan pembangunan yang mendesak atau dibutuhkan masyarakatnya.

Beberapa program yang tetap dijalankan di tengah pandemi Covid-19 ini yaitu pembangunan jalan lapen di Dusun Pematang Bom Timur. Pengerasan jalan ini, kata Edi, tetap diutamakan lantaran sudah mendesak dan dibutuhkan masyarakatnya.

Pengerasan jalan lapen itu dianggarkan melalui kucuran Dana Desa (DD) tahap pertama tahun 2020.  Dengan panjang 1.250 meter dan lebar tiga meter itu menelan biaya Rp 301,7 juta.

BACA :  Mandalasari Sukes Bangun Infrastruktur Jalan

“Kenapa pembangunan jalan ini tidak mau kita tinggalkan, karena peningkatan jalan lingkungan Dusun Pematang Bom Timur ini sudah sangat dibutuhkan masyarakat. Apalagi jalan ini juga sebagai jalan pertanian,” terang Edi.

Tidak hanya itu saja, pada kucuran DD tahap pertama pemerintah Desa Kedaung juga melakukan penataan balai pertemuan masyarakat dengan melakukan pemasangan paving block seluas 557 meter persegi dengan anggaran sebesar Rp 123,4 juta

“Awal tahun kita juga melakukan penataan halaman Balai Pertemuan Masyarakat dengan memasang paving block. Sebab, halaman ini menjadi tempat kegiatan kegiatan masyarakat juga,”ungkapnya.

Kemudian pada kucuran DD tahap ketiga mendatang pihaknya kembali melanjutkan pembangunan di Dusun Pematang Bom Timur. Dengan merealisasikan pembangunan talut penahan tanah sepanjang 86 meter dengan anggaran sebesar Rp 26,8 juta. Dan membangun lima unit gorong-gorong dengan anggaran sebesar Rp 26,5 juta.

Dua program pembangunan yang akan dilanjutkan pada DD tahap ketiga ini untuk  mendukung pembangunan jalan lapen yang dilaksanakan pada DD tahap pertama.

“Talut dan gorong-gorong ini sebagai bangunan pendukung jalan lapen. Yang insyaallah  akan kita laksanakan di DD tahap ke tiga,” ungkapnya.

Utamakan Penanggulangan Covid -19

 

Penangulangan Covid-19 menjadi tugas utama pemerintah desa dalam menjaga keselamatan masyarakat dari wabah virus berasal dari Wuhan, Cina itu. Tidak hanya melakukan upaya pencegahan  penularan virus, Pemerintah Desa Kedaung juga melakukan penangulangan dengan memberikan bantuan tunai kepada masyarakat yang terdampak.

BACA :  Masyarakat Sragi Diminta Waspadai Cuaca Buruk

Tidak tanggung-tanggung  dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19 itu pemerintah desa menggelontorkan  total dana sebesar Rp 329,6 juta dari DD tahap pertama hingga DD tahap ke dua saat ini.

Edi kuswanto menjelaskan sejak Covid-19 merebak ke Lampung Selatan pihaknya melakukan beragam upaya untuk mencegah virus tersebut masuk ke desanya. Mulai dari penyemprotan desinfektan dilingkungan desa, hingga membagikan ribuan masker untuk masyarakat.

“Khusus ntuk upaya pencegahan ini kita menganggarkan dana sebesar Rp 59,6 juta. Kita juga membentuk tim satgas pencegahan Covid-19,” jelasnya.

Sementara upaya pencegahan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) untuk 150 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menghabiskan dana sebesar Rp 270 juta untuk gelombang pertama.

“Sudah terealisasi untuk BLT DD gelombang pertama dari April hingga Juni. Bantuan ini kita berikan kepada masyarakat tidak mampu yang terdampak pandemi Covid-19,” sambungnya.

Sementara untuk BLT DD gelombang kedua saat ini masih dalam tahapan perencanaan, atau dalam proses perubahan APBDes. Edi berharap dengan ada upaya itu masyarakat desanya aman dari penularan virus Covid-19.

“Harapan kita dengan adanya segala upaya ini, masyarakat Desa Kedaung aman dari penularan virus Covid-19. Kita juga selalu berdoa semoga wabah ini segera mereda,” harapnya. (adv)