Dinas Koperasi UKM Berdayakan UMKM

693
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lamsel Noviar Akmal

KALIANDA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DKUKM) setempat berupaya untuk terus melakukan pemberdayaan terhadap para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang tersebar diseluruh wilayah kabupaten gerbang krakatau ini agar usahanya bisa semakin berkembang dan mandiri.

Kepala Dinas Koperasi UKM Lamsel Noviar Akmal mengatakan, berdasarkan hasil pendataan dan monitoring yang dilakukan pihaknya, jumlah pelaku UMKM dikabupaten Lampung Selatan yang masih eksis dan aktif berproduksi kurang lebih sebanyak 300 UMKM.

“Supaya ratusan UMKM tersebut bisa terus eksis dan maju, kami selaku dinas yang membidangi masasalah UKM dikabupaten ini akan berupaya memberdayakan para pelaku UMKM tersebut agar bisa terus eksis dalam meningkatkan perekonomiannya, sehingga mereka bisa bersaing dengan para pelaku UMKM yang ada di daerah-daerah lain,” ujar Noviar Akmal, kepada Radar Lamsel melalui sambungan telepon, Minggu (12/5) kemarin.

Noviar menuturkan, berbagai pelatihan dan bimbingan teknis (Teknis) pun sudah seringkali diberikan kepada masing-masing pelaku UMKM yang ada diseluruh wilayah Lampung Selatan. “Kami sudah memberikan pelatihan kepada ratusan pelaku UMKM yang ada, misalnya bagaimana membuat kemasan yang menarik konsumen dan juga bagaimana menciptakan kuliner lokal agar bisa dikenal oleh masyarakat luas,” ungkapnya.

BACA :  Tim Penagihan Siap Kejar WP Nunggak

Dikatakannya, berbagai pelatihan tersebut diberikan untuk tujuan, agar para pelaku UMKM dapat membuat dan mendesain kemasan produknya dengan menarik. Dengan kemasan yang menarik, maka bisa meningkatkan minat konsumen untuk membeli produknya. “Kemasan itu tentunya menggambarkan brand dari produk yang dijual. Untuk itu, kemasan harus didesain menarik, baik dari logo, brand, dan warna kemasan,” kata Noviar.

Diungkapkannya, sebagai salahsatu bukti keberhasilan dari pembinaan dan pelatihan yang diberikan kepada para pelaku UMKM selama ini, sebanyak 10 UMKM lokal telah diusulkan pihaknya ke pemerintah Provinsi Lampung untuk berdagang di rest area Jalan Tol Lampung Bakauheni-Terbangi Besar dalam rangka menghadapi musim mudik lebaran tahun 2019.

BACA :  Lima Pemuda Curi Baterai Tower

Menurut Noviar, sepuluh pelaku UMKM lokal yang diusulkan untuk berdagang dilokasi rest area jalan tol Lampung Bakauheni-Terbanggi Besar, itu diambil dari sejumlah wilayah kecamatan di Lampung Selatan seperti Kalianda, Desa Way Muli Timur, Desa Canti, Desa Canggung, dan Desa Banding Kecamatan Rajabasa, Kecamatan Way Panji, Kecamatan Palas, Candipuro, Desa Margodadi, dan Kecamatan Jati Agung.

          “Masing-masing pelaku UMKM tersebut nantinya akan berdagang berbagai aneka makanan ringan seperti kue basah dan kering, keripik pisang aneka rasa, serta panganan-panganan khas Lampung Selatan. Selain untuk meningkatkan perekonomian, ini juga menjadi salah satu upaya para pelaku UMKM lokal untuk mengenalkan sekaigus berpromosi produk makanan lokak khas Lampung Selatan kepada para pemudik dari luar daerah yang melintas di jalan Tol Lampung Bakauheni-Terbanggi Besar,” pungkasnya. (iwn)