Dinas PMD: Dana BLT Tidak Boleh Disunat!

167
Randi Pratama – Salah satu warga Desa Kampung Baru menerima BLT DD di kantor desa setempat, Selasa (6/2/2020).

BLT di Kecamatan Penengahan Mulai Disalurkan

PENENGAHAN – Desa Pisang, dan Desa Kampung Baru menjadi wilayah pertama yang menyalurkan BLT Dana Desa (DD) di Kecamatan Penengahan. Penyaluran bantuan ini dilakukan di kantor desa masing-masing, Selasa (2/6/2020). Data yang dihimpun Radar Lamsel, Desa Pisang menyerahkan bantuan ini kepada 47 warganya. Sedangkan Desa Kampung Baru menyalurkannya untuk 30 warga.

Khusus untuk Desa Kampung Baru, penyerahan BLT ini baru diberikan kepada 20 orang. Bantuan kepada 10 orang lainnya akan diserahkan melalui dana susulan yang akan datang. Tepatnya pada APBDes Perubahan yang kedua. Pemerintah desa setempat akan berupaya meski sebelumnya sudah melakukan APBDes Perubahan. Sebab, perubahan ini diperlukan agar bisa mengakomodir bantuan untuk 10 orang tersebut.

“Masih ada susulan 10 orang di APBDes Perubahan kedua. Kami akan upayakan. Kalau tidak bisa, kami akan cari cara lain,” kata Kepala Desa Kampung Baru, Efendi HF. kepada Radar Lamsel.

Kepala Desa dua periode ini mengatakan BLT DD di desanya menyasar warga yang benar-benar terdampak covid-19. Memang, lanjut Efendi, semua sektor hampir terimbas karena wabah virus berbahaya itu. Tetapi, ada hal-hal yang perlu menjadi pertimbangan supaya penyaluran dana BLT tepat sasaran. Dan tidak menimbulkan kegaduhan di lingkungan masyarakat.

BACA :  Nakes Mulai Registrasi Vaksinasi

“Rata-rata petani, dan UMKM. Kami harus melihat lebih dalam. Misalnya orang yang membuka usaha sewa kursi atau tenda pernikahan, sangat jelas terdampar. Karena kita tahu sekarang acara pernikahan sudah dilarang,” katanya.

Camat Penengahan, Erdiyansyah, S.H.,M.M. menilai penyaluran BLT DD di Desa Kampung Baru termasuk cepat. Hal ini tidak terlepas dari kerja keras jajaran aparatur desanya. Pria yang akrab disapa Erdi ini mengatakan semakin cepat penyalurannya, maka akan semakin baik. Sebab dana tersebut bisa digunakan oleh masyarakat.

“Hampir ter-cover semua. Dan tidak ada potongan, ini berkat kerja sama antara Dinas PMD dan BRI. Jadi tidak ada sepeser pun yang nyangkut di bank,” katanya.

Mantan Camat Kalianda ini meminta masyarakat memanfaatkan dana BLT sebaik mungkin. Dahulukan membeli kebutuhan pokok ketimbang membeli barang-barang yang tidak penting. Erdi menegaskan bantuan BLT yang diberikan selama 3 bulan tidak perlu lagi dipersoalkan. Apalagi sampai ada warga yang ribut-ribut di media sosial.

BACA :  Nakes Mulai Registrasi Vaksinasi

“Jangan sampai ada kegaduhan. Saya yakin desa pasti sudah mendatanya dengan benar. Mana warga yang layak dan tidak layak,” katanya.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Lampung Selatan, Rohadian, mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus berjuang melawan covid-19 bersama tim gabungan. Bantuan yang diterima kali ini merupakan penyaluran bulan April. Sedangkan bantuan bulan Mei, dan Juni akan diberikan di tahap selanjutnya.

“Yang dari Kemensos sudah selesai kemarin. Nanti Pak Kades buat saja nama-namanya. Supaya masyarakat tahu siapa saja yang menerima BLT,” katanya.

Jika covid-19 tidak mewabah lagi, otomatis bantuan BLT juga tidak ada. Berbeda dengan bantuan PKH, dan BPNT yang selalu ada setiap bulan. Tapi pada intinya, Rohadian menegaskan tidak ada potongan apapun dalam bantuan BLT ini. Tidak ada uang bensin, uang rokok, atau uang apapun.

“Tidak ada potong-potongan. Uangnya diterima utuh. Ini pesan Bapak Bupati. Beliau juga mendoakan supaya kita semua diberi kekuatan dalam menghadapi wabah ini,” katanya. (rnd)