Dinilai Kurang Aman, Komisi C Kritik Rekanan JTTS

503
Veridial – Inilah lokasi pembangunan JTTS yang berada mulai dari Kecamatan Sidomulyo menuju Candipuro tampak dari atas, foto dibidik Minggu (21/5) kemarin.

CANDIPURO – Komisi C DPRD Lampung Selatan mengkritik rekanan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) diwilayah Kecamatan Sidomulyo yang cendrung tak memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Rekanan JTTS dinilai mengabaikan keamanan para pengguna jalan yang melintasi jalur tersebut. Sebab, selain minim rambu-rambu, pengguna jalan terpaksa harus mengalah lantaran keberadaan truk-truk besar yang hampir memakan seluruh badan jalan. Ditambah lagi dengan gumpalan tanah yang menempel disepanjang jalan.

Anggota DPRD Lamsel M. Syaiful Anwar mengaku sudah banyak mendapat laporan mengenai hal itu. Menurut dia banyak masyarakat yang menyoal sikap rekanan dalam hal ini PT. Waskita Karya sebagai penanggungjawab proyek JTTS yang megabaikan keselamatan masyarakat. “Kami berharap keluhan ini diindahkan,” ungkap dia kepada Radar Lamsel.

Politisi Gerindra ini mengungkapkan, sikap yang mengabaikan keselamatan masyarakat merupakan tindakan yang tak semestinya dilakukan. Dengan mengesampingkan rambu penanda disetiap sudut jalan, truk-truk yang terparkir menghalangi jalan sangat membahayakan masyarakat yang berlalu lintas.

BACA :  Maret, Dinkes Tambah Ruang Isolasi

“Kalau sudah ada korban, baru repot. Ini kan semacam, keteledoran dari rekanan. Kalau pun safety nya bagus tentu tidak akan memakan korban. Sudah begitu, keselamatan pengguna jalan seperti diacuhkan,” ujar dia.

Syaiful mengingatkan rekanan untuk mengedepankan keamanan dan keselamatan masyarakat. “Dengan meningkatkan keamanan dan menjaga keselamatan saja belum tentu musibah bisa dihindari. Apalagi yang mengabaikannya. Selama ini kami diam, tapi kok ya makin menjadi-jadi. Kalau hujan ya licin, kalau panas ya bergelombang,” katanya lagi.

Syaiful meminta rekanan JTTS harus segera membenahi dan memberikan jaminan rasa aman terhadap masyarakat yang kesehariannya melintas dijalur tersebut. “Kami mendukung pembangunan JTTS, sama pentingnya dengan suara masyarakat. Tapi kalau begini caranya, mau sampai kapan? Untuk jalan saja sulit mengantre dan rekanan abai,” tutupnya.

BACA :  DLH Siap Urus Pohon Tumbang

Masyarakat memang mengeluhkan ketidaknyamanan saat berkendara diwilayah pembangunan JTTS. “Kalau hujan ya licin nya minta ampun, kalau panas gumpalan tanah dijalan menjadi semacam tumpukan batu yang mengeras,” kata Sudarno (40) warga Candipuro yang sehari-harinya melintas dijalur tersebut.

Selain tumpukan tanah sambung Sudarno yang mengeras dijalanan ketika panas, keberadaan truk-truk proyek yang terparkir seringkali tak mempedulikan warga yang hendak melintas. “Pagi siang sore, tak jarang jalur menjadi terhambat,” cetusnya. (ver)