Diperintah Anak Kades, BUMDes Kehilangan Rp8,3 Juta

349
David Zulkarnain – Rapat Anggota Tahunan (RAT) DAPM Sejama Kecamatan Sragi, Senin (13/1). Camat Sragi Bibit Purwanto usaha simpan pinjam dapat menyentuh BUMDes.

PALAS – Kasus penipuan yang dialami Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Alam Lestari, Desa Sukaraja, Kecamatan Palas patut menjadi pembelajaran  bagi pengurus BUMDes yang ada di Lampung Selatan terutama yang membidangi penyedia jasa mesin ATM mini.

Berawal dari rasa segan dan percaya, pengurus BUMDes Alam Lestari tanpa ragu menuruti perintah anak Kepala Desa Sukaraja Sinarti yakani, LL(15) untuk mentransfer uang senilai Rp8,3 juta ke salah satu rekening, tanpa menyerahkan uang tunai langsung.

Pada proses pentransferan 10 Desember lalu, LL berkomitmen untuk mengganti uang yang telah ditransfer tersebut paling lambat pada pukul 10 malam. Namun hingga kini uang yang telah ditransfer tersebut belum diterima oleh pengurus BUMDes.       

Ketua BUMDes Alam Lestari Asep mengatakan, pengurus BUMDes  bersedia mentransfer uang kerana merasa segan lantaran LL merupakan putri kepala desa.

Pada saat mentransfer, LL datang bersama seorang temannya dan  memberikan perintah kepada pengurus BUMDes  untuk mengirim sejumlah uang dengan tujuan rekening milik kakak teman LL.

BACA :  Pasal Sampah, Pengurus Pasar jadi Cibiran

“Kami disuruh mentranfer sekitar jam 1 siang. Karena merasa segan, kami mentransfer saja ke nomor rekning yang diperintah oleh LL. Katanya, itu rekening kakak temannya. Tapi kami enggak tau alasan untuk apa uang tersebut,” ujar Asep memberikan keterangan kepada Radar Lamsel, Senin (13/1).

Asep menerangkan, uang senilai Rp 8,3 juta dikirim lima kali mentransfer tanpa sepeser pun uang tunai yang diserahkan LL kepada pengurus BUMDes. Lantaran LL sendiri akan bertanggungjawab untuk mengganti uang tersebut pada pukul 10 malam.

Namun hingga kini uang tersebut belum diterima oleh pengurus BUMDes. Asep juga mengaku, pihaknya telah melakukan mediasi kepada Kepala Desa Sukaraja Sinarti agar uang yang telah dipakai LL dapat diganti.

“Sabtu (7/1) kami sudah melakukan mediasi kepada Kepala Desa, Sinarti. Namun hingga saat ini belum ada keputusan, bahkan kasus penipuan ini dianggap kelalaian pengurus BUMDes,” ujarnya.

BACA :  Disiplin Kesehatan di Pasar Jadi Sasaran

Sementara itu Kepala Desa Sukaraja Sinarti menjelaskan, uang tersebut akan digunakan anak gadisnya untuk membeli I Phone 7, tanpa sepengetahuannya. Sayangnya, LL sendiri juga telah ditipu oleh si penjual hand phone berlambang buah apel tersebut.

Sinarti sendiri juga sudah mengakui bahwa pihaknya telah melakukan mediasi kepada pengurus BUMDes. Namun ia tidak bersedia apabila uang tersebut ditanggung olehnya sendiri.

Pasalanya kejadian ini merupakan kelalaian dari pengurus BUMDes juga, yang diperintah oleh LL untuk mentransfer uang tanpa sepengetahuannya.

“Ya anak saya juga kena tipu, Saya juga tidak mau mengganti uang tersebut sendirian. Karena ini juga kelalaian pengurus BUMDes, yang mau diperintah mentransfer tanpa uang tunai. Padahal peraturannya bisa transfer kalau sudah ada uang tunainya,” paparnya. (vid)