Disdik Diminta Prioritaskan Pembangunan RKB

625

KALIANDA – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lampung Selatan diminta untuk memprioritaskan pembangunan penambahan ruang kelas baru (RKB) bagi lembaga pendidikan yang masih kekeruangan ruangan belajar.

Atensi tersebut disampaikan Komisi C DPRD Lamsel pada saat pembahasan rencana kerja anggaran (RKA) RAPBD 2017 Disdik Lamsel diruang Komis C, Kamis (17/11) kemarin.

Ketua Komisi C DPRD Lamsel Sunyata, ST mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterima dari kalangan masyarakat masih banyak sekolah-sekolah yang kekurangan ruang belajar. Bahkan, berdasarkan aturan dari pemerintah pusat juga jajaran pendidikan diminta untuk melakukan pembangunan untuk kepentingan masyarakat banyak.

“Pembangunan RKB merupakan kebutuhan masyarakat banyak. Jadi, harus diprioritaskan. Apalagi, banyak laporan yang masuk kepada kami banyak sekolah SD yang masuk nya dua shift karena kekurangan ruang belajar. Kami harap, segera diinventarisir dan segera dimasukkan kedalam RKA 2017,”ungkap Sunyata.

BACA :  Foto DPO Beredar Coreng Citra Aparat Hukum

Senada dikatakan anggota Komisi C Waris Basuki. Menurutnya, di wilayah Kecamatan Natar masih ada dua sekolah tingkat SD yang kekurangan RKB. Sehingga, di sekolah tersebut menggunakan sistem dua shift atau sekolah pagi dan siang.

“Dua sekolah itu adalah SDN 2 Bandar Rejo dan SDN 2 Candimas. Kami harap, bisa dimasukkan kedalam program kegiatan di Disdik tahun depan. Karena, memang itu kebutuhan yang mendesak,”singkat Waris Basuki.

Anggota Komisi C lainnya M. Syaiful Anwar juga mengusulkan salah satu SD di wilayah Kecamatan Candipuro yang masih memberlakukan sistem dua shift. Yakni, di SDN 2 Sinar Pasemah yang berbatasan dengan Kabupaten Lampung Timur.

“Apalagi ada wacana full day school. Kalau RKB nya tidak mencukupi, tentunya program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini tidak bisa berjalan dengan baik,”kata M. Syaiful Anwar.

BACA :  Kodim Siapkan Pasukan Reaksi Cepat

Menanggapi hal tersebut, Plt. Kepala Disdik Lamsel Anas Anshori bakal segera menginventarisir sejumlah sekolah yang masih kekurangan RKB. Bahkan, dirinya siap untuk mencarikan anggaran jika APBD tidak mampu mencover anggaran untuk pembangunan RKB bagi sekolah yang kurang ruang belajar.

“Kalau memang dari APBD tidak mencukupi bakal kita alihkan dengan menggunakan DAK. Jika DAK juga telah ada pos nya masing-masing masih ada dana bansos. Kita bakal berupaya untuk merealisasikan hal ini,”kata Anas menjawab atensi dari para wakil rakyat.

Diketahui, anggaran belanja pada Disdik Lamsel pada RAPBD 2017 mencapai Rp492 miliar lebih. Yang meliputi belanja langsung sebesar Rp444 miliar dan belanja tidak langsung Rp47,4 miliar. (idh)