Disdik Enggan Gegabah Terapkan KBM Tatap Muka

58
Kepala Dinas Pendidikan Lamsel Thomas Americo

KALIANDA – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lampung Selatan sepertinya tidak ingin buru-buru mengambil keputusan dalam penerapan kegiatan belajar dan mengajar (KBM) tatap muka. Meskipun telah mengantongi restu dari pusat, faktor kesehatan anak didik menjadi alasan utama lantaran masih terdapat penularan virus covid-19 di kabupaten ini.

Saat ini, OPD yang mengurusi masalah pendidikan di Lamsel tengah melakukan berbagai persiapan setiap lini dalam penerapan KBM tatap muka. Bahkan, koordinator wilayah (korwil) disetiap kecamatan telah dibentuk dan diberikan wewenang untuk memantau kesiapan sekolah dalam penerapannya.

“Kita tidak ingin buru-buru. Sekarang ini masih proses persiapan. Korwil setiap kecamatan kita sudah bentuk. Mereka yang akan melakukan monitoring soal kesiapan setiap sekolah untuk metode KBM tatap muka di masa pandemi covid-19 ini,” ungkap Thomas kepada Radar Lamsel, Selasa (11/8) kemarin.

BACA :  Warning Distribusi Sembako Bukan Unsur Politik !

Dia menjelaskan, persiapan yang dilakukan tidak lain dengan memastikan berbagai kebutuhan menyangkut protokol kesehatan telah dilengkapi oleh pihak sekolah. Termasuk, skenario KBM dan pengaturan jarak antar siswa didalam kelas.

“Kita sudah imbau dengan menggunakan metode ship belajar. Jadi, setiap kelas yang ramai bisa kita pecah dengan ship pagi dan siang untuk menghindari kerumunan. Kalau sekolah punya skenario lain silahkan diusulkan atau diajukan. Jika memang bisa lebih efektif bisa saja diterapkan. Selama tidak melanggar protokol kesehatan,” terangnya.

Pihaknya, lanjut Thomas, tidak mematok target kapan penerapan KBM tatap muka ini bisa diterapkan. Sebab, Disdik menilai faktor kesehatan anak lebih penting ketimbang memaksakan segera memulai KBM tatap muka yang sangat beresiko tinggi.

“Kita akan monitor perkembangan virus covid-19 di wilayah kita. Jangan sampai kita yang disalahkan karena sembarang memulai KBM tatap muka. Semua tengah berproses. Apalagi ini masalah keselamatan jiwa anak. Mereka itu generasi penerus bangsa. Kesehatan jiwa mereka lebih penting,” tukasnya.

BACA :  Pencairan Retensi Diproses

Terpisah, Ketua Komite SMPN 1 Kalianda, Syaiful Azumar mendukung penuh wacana penerapan KBM tatap muka segera dilaksanakan. Sebab, selama ini banyak terjadi gejolak di kalangan masyarakat soal penerapan belajar daring selama masa pandemi covid.

Namun demikian, pihaknya meminta Disdik untuk melakukan persiapan yang menunjang penerapan KBM tatap muka. Sehingga, kedepannya tidak menimbulkan persoalan baru yang bisa merugikan masyarakat.

“Kami juga berpesan agar semua warga sekolah bisa menerapkan protokol kesehatan jika metode KBM tatap muka ini sudah dimulai. Semoga persiapan yang saat ini dilakukan oleh jajaran pendidikan bisa segera selesai dan anak-anak kembali ke sekolah,” pungkas anggota DPRD Lamsel ini. (idh)