Disdik Istirahatkan Jabatan Kepala SMPN 3 Sidomulyo

128

KALIANDA – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lampung Selatan mengambil langkah tegas dengan memberhentikan Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Sidomulyo, pasca peristiwa unjuk rasa atas ketidakpuasan kinerja pimpinan di sekolah tersebut, belum lama ini.

          Kepala Disdik Lamsel Drs. H. Burhanuddin, MM memastiakan, jabatan Kepala SMPN 3 Sidomulyo terhitung mulai Senin (21/10) hari ini (kemarin’red) diserahkan kepada penjabat Kepala Seksi SMP Disdik Lamsel. Hal ini dilakukan demi kelancaran proses belajar dan mengajar di sekolah tersebut.

          “Sementara kita tunjuk pelaksana tugas harian (Plh) Kepala SMPN 3 yaitu Kasi SMP. Kami ingin persoalan yang ada membuat proses kegiatan siswa terganggu. Sambil kita menyelesaikan masalah yang ada,” ungkap Burhanuddin dikantornya, Senin (21/10) kemarin.

          Dia menambahkan, sejauh ini pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab kekisruhan yang berujung pada aksi demonstrasi yang dilakukan oleh para murid di sekolah tersebut. Namun, Disdik Lamsel bakal melakukan klarifikasi terkaot motifasi siswa melakukan aksi unjuk rasa.

          “Kita akan dalami dengan menggali informasi dari berbagai pihak. Tentu saja ada sebab dan akibat mengapa sampai terjadi demo yang menuntut si kepala sekolah mundur dari jabatannya. Tapi untuk sementara waktu ini kita istirahatkan agar semua bisa berjalan normal,” imbuhnya.

BACA :  Tim Independen Janji Profesional

          Lebih lanjut Burhanuddin menghimbau kepada seluruh jajarannya untuk dapat meningkatkan koordinasi. Supaya, hal serupa tidak sampai terjadi di lingkungan sekolah lain.

          “Semua masalah bisa diselesaikan dengan cara musyawarah. Ini menjadi contoh komunikasi yang tidak lancar antara tenaga pendidik dan peserta didik. Kita harap kedepan tidak ada lagi masalah seperti ini,” pungkasnya.

          Pernah diberitakan sebelumnya, aksi protes dengan menggelar unjuk rasa dilakukan oleh ratusan pelajar Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Sidomulyo di halaman sekolah, Kamis (10/10) kemarin.

Aksi unjuk rasa itu yang menuntut Kepala Sekolah SMPN 3 Sidomulyo S. Untoro mundur, lantaran dianggap gagal dalam memimpin sekolah. Pasalnya, sejumlah sarana dan prasarana penunjang pendidikan yang selama ini dijanjikan tidak terealisasi.

Seperti terungkap dalam sejumlah tuntutan yang disampaikan para siswa melalui tulisan dalam aksi demo tersebut. Diantaranya, para siswa menuntut pihak sekolah membanguanan paving block dihalaman, sarana dan prasaran belajar seperti fasilitas olah raga, serta laboratorium yang dinilai belum memadai.

BACA :  Hakim Tentukan Putusan Pembuktian 2 Juli Nanti

          Dalam orasi salah satu pendemo, Galih siswa kelas IX SMPN 3 Sidomulyo menegaskan, selama ini pihak sekolah hanya menjanjikan berbagai fasilitas penunjang pendidikan. Namun, samapai saat ini belum ada satupun yang terealisasi.

“Kami sudah bosan dengan janji, kami perlu bukti bukan janji. Mana mic untuk kegiatan upacara, mana dana pembinaan yang kami dapat dari juara sebesar Rp200 ribu rupiah saat mengikuti kejuaran futsal?,” pekik Galih.

Polemik ini juga memantik tanggapan dari Anggota DPRD Provinsi Lampung Antoni Imam. Politisi PKS ini mengaku prihatin dengan dunia pendidikan di Lamsel baru-baru ini.

“ Seharusnya lembaga pendidikan adalah lembaga yang sakral dan penuh ihtirom antara murid kepada gurunya. Kalau sudah begini artinya dunia pendidikan kita sedang tidak baik-baik saja dan perlu dilakukan peningkatan sumberdaya manusia (sdm) pada bidang ini. Agar persoalan serupa tak kembali muncul,” ujarnya menanggapi.(idh/ver)