Disdik Pastikan Sertifikasi Guru Cair Hari Ini

1207
ILUSTRASI

KALIANDA – Kabar gembira bagi para profesi tenaga pendidik (tendik) yang berstatus pegawai aparatur sipil negara (ASN) di wilayah Kabupaten Lampung Selatan. Sebab, Dinas Pendidikan (Disdik) Lamsel memastikan penyaluran tunjangan profesi guru (sertifikasi’red) triwulan ketiga tahun 2016 bakal cair hari ini.

Hal tersebut ditegaskan Plt. Kepala Disdik Lamsel Anas Anshori didampingi Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Keuangan Disdik Lamsel Diyana Desi Hariani usai pembahasan RKA RAPBD 2017 di ruang Komisi C DPRD Lamsel, kemarin.

Anas mengatakan, dinas yang menangani urusan pendidikan ini telah merampungan memproses pencairan di Bagian Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan mengantongi surat perintah pencairan dana (SP2D) yang diperuntukkan bagi pahlawan tanpa tanda jasa tersebut.

BACA :  Datar di Akademik, Melejit di Non Akademik

Bahkan, pihaknya telah menerima petunjuk teknis (juknis) soal penyaluran dana sertifikasi guru dari Kemendikbud RI. Setelah itu, langsung memproses melalui BPKAD dan akan dilanjutkan ke Bank Lampung Cabang Kalianda.

“Informasi yang kami terima dari Bank Lampung, hari ini terjadi gangguan jaringan. Jadi, besok (hari ini’red) mudah-mudahan bisa langsung di proses dan masuk ke rekening masing-masing guru yang menerima sertifikasi,”ujar Anas.

Dia menjelaskan, setidaknya terdapat 3.665 tendik mulai dari tingkat TK, SLB hingga tingkat SMA/SMK sederajat yang mendapat tunjangan tersebut. Bahkan, para jajaran pengawas TK hingga SMA/SMK juga memperoleh dana sertifikasi.

BACA :  Tim Penagihan Siap Kejar WP Nunggak

“Nilai anggarannya mencapai Rp42,2 miliar lebih di potong pajak. Pajak yang mereka tanggung sesuai dengan kepangkatan mereka masing-masing. Karena, setiap guru memiliki tingkatan kepangkatan yang berbeda-beda,”tukasnya.

Sementara itu, Kasubbag Keuangan Diyana menjelaskan, pihaknya tidak memperlambat proses pencairan sertifikasi guru tersebut. Pasalnya, Disdik Lamsel baru menerima surat keputusan (SK) pencairan dana sertifikasi pada akhir Oktober, lalu.

“Kita juga tidak menerima SK sejumlah itu. SK itu datangnya secara bertahap. Lalu, kami melakukan verifikasi ke bawah. Karena, khawatir terdapat perubahan jumlah penerima. Karena, dana sertifikasi ini tidak bisa diterima lagi apabila ada tendik yang meninggal dunia,”terang Diyana. (idh)