Diserang Hama Tikus dan Kekeringan, Petani Masih Bisa Panen Padi

661

PALAS – Ganasnya serangan hama tikus di lahan pertanian milik petani di Dusun Tanjung Tirto, Desa Bali Agung, Kecamatan Palas. Tidak membuat petani menjadi patah semangat dalam merawat tanamannya. Mereka masih bisa panen, meski dengan hasil yang kurang maksimal dimusim gadu sekarang ini.
Purna (43) petani yang memiliki lahan seluas satu hektar mengaku telah panen padi. Agar tanaman padi tetap hidup, ia menggunakan sumur bor. Sementara pencegahan terhadap serangan hama seperti tikus, selalu rutin dilakukan.
“Kalau di lokasi sini, hampir 70 persen petani bisa panen karena ada dukungan dari sumur bor dan ferrocement. Harapan kami, dengan sudah dibantu fasilitas seperti itu, tanam rendeng nanti akan lebih baik. Meskipun begitu, serangan hama tikus yang mengganas tahun ini bisa diatasi sebelum kami tanam rendeng,”kata Purna, Rabu (28/10).
Kepala Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Dinas Pertanian Kecamatan Palas, Ujuk Kusnadi mengatakan, serangan hama tikus memang menjadi momok bagi petani. Ia berharap, petani bersiap melaksanakan gropyokan tikus sebelum melaksanakan tanam rendeng.
“Kalau bisa tanamnya serentak agar tanaman terbebas dari hama dan penyakit. Namun, ada yang harus diperhatikan petani agar tikus tidak lagi menjadi momok. Petani harus sama-sama melaksanakan gropyokan tikus untuk mengurangi populasinya,”kata Ujuk Kusnadi.
Dandim 0421/Lampung Selatan, Letkol Inf I Ketut Mertha Gunarda didampingi Pasi Teritorial, Kapten Inf Sukarno ketika melaksanakan panen raya padi di Dusun Tanjung Tirto mengatakan, untuk meningkatkan produksi pangan nasional telah dilakukan berbagai upaya. Salah satunya membangun saluran ferrocement dan perbaikan saluran irigasi di beberapa Kecamatan.
“Kita lihat, beberapa fasilitas telah dibangun untuk membantu petani meningkatkan produksi pertaniannya. Dari beberapa tempat yang kita kunjungi, banyak petani padi yang bisa panen dengan baik. Harapan saya, dengan adanya bantuan mulai dari mesin sedot air, perbaikan saluran irigasi serta ferrocement bisa tercapai program satu juta ton beras di Lampung,”kata I Ketut Mertha Gunarda. (gus)

BACA :  Beda Pandang di Tubuh Bawaslu