Diserang Virus ASF Ratusan Babi Ternak Mati

36
Ist. Radarlamsel – Jajaran UPT Pusat Kesehatan Hewan Kecamatan Palas – Sragi ketika memberikan sosialisasi pencegahan penularan virus ASF di Desa Bali Agung, Kecamatan Palas, pekan lalu.

PALAS – Serangan virus African Swine Faver (ASF) satu bulan lalu menyebabkan kematian ratusan ekor babi di Desa Bali Agung, Kecamatan Palas.

Hal itu membuat Unit Pelakasana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan Kecamatan Palas – Sragi menjadi lebih awas mengontrol kesehatan ternak babi. Dengan mengistirahatkan kandang sebagai upaya untuk memutus penularan.

Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan Kecamatan Palas – Sragi, Iwan Ismunanto mengatakan, saat ini pihaknya melakukan upaya mengistirahatkan kandang untuk memutus penularan  virus yang berasal dari benua Afrika itu.

“Untuk di wilayah Bali Agung kandang memang sedang diistirahatkan oleh peternak. Populasi babi di desa ini juga tinggal sedikit dan masyarakat juga masih trauma untuk kembali beternak,” ujar Iwan Ismunanto memberikan keterangan kepada Radar Lamsel saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (12/8).

BACA :  Pasal Sampah, Pengurus Pasar jadi Cibiran

Iwan menerangkan, virus tersebut masuk ke wilayah Palas menjelang pertengahan Juli lalu. Yang dibawa oleh kendaraan pengangkut babi dari luar daerah Palas. Dalam waktu dua pekan virus tersebut membunuh 70 persen populasi babi di Desa Bali Agung.

“Pupulasi Babi total ada 535 ekor, yang mati sekitar 400 ekor. Sementara sisanya yang  masih hidup sudah banyak dijual. Populasi babi di desa ini sekarang bisa dikatakan habis, sedikit sekali” ucapnya.

Sementara di Dusun Pematang Sari, Desa Sumber Agung Kecamatan Sragi masih aman dari virus AFS itu. Namun di dusun dengan populasi 250 ekor babi itu, juga telah dilakukan upaya pencegahan penularan.

“Kalau di Sumber Agung masih aman, belum ada serangan. Kami juga telah membagikan desinfektan kepada peternak untuk mensterilkan kandang, begitu juga di Desa Bali Agung Kecamatan Palas,” ungkapnya.

BACA :  Disiplin Kesehatan di Pasar Jadi Sasaran

Sementara itu Mantri Hewan Pusat Kesehatan Hewan Kecamatan Palas – Sragi Didi menjelaskan, virus ini masih tergolong baru dan belum memiliki obat.

“Belum ada obat atau vaksinnya. Sekarang hanya bisa dilakukan pencegahan saja,” sambungnya.

Saat ini, peternak juga belum diizinkan membeli babi dari luar daerah. Kendaraan pengangkut ternak juga harus disterilisasi menggunakan disinfektan sebelum memasuki dua wilayah itu.

“Terutama di Desa Sumber Agung. Kami imbau, untuk sementara waktu tidak membeli babi dari luar daerah. Sementara kendaraan pengangkut ternak juga harus disemprot desinfektan,” pungkasnya. (vid)