Dishub Akan Tempatkan Petugas di Jalinsum Area Sekolah

526

Kendaraan Semrawut

KALIANDA – Jalur di area sekolah, khususnya yang berada di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Kecamatan Kalianda patut mendapat perhatian. Kacaunya antrian ojek dan kendaraan yang melintas dari dua arah saat jam pulang sekolah menjadi pemicunya.

Pantauan Radar Lamsel, Sabtu (1/8) lalu, saat jam pulang sekolah di Jalinsum depan SMKN 1 Kalianda nampak semrawut. Kendaraan siswa yang hendak keluar dan ojek yang mangkal di jalan membuat Jalinsum nampak runyam.

Hal ini lantas membuat kendaraan yang melaju dari arah Bakauheni mau pun Bandarlampung harus ekstra hati-hati saat melintasi pintu masuk dan keluar area sekolah untuk menghindari peristiwa kecelakaan.

Jumari (24), tukang ojek yang biasa mangkal di SMKN 1 Kalianda mengaku khawatir dengan kondisi itu. Menurut dia, area jalan di pintu keluar sekolah harus menjadi perhatian dinas dan instansi terkait.

BACA :  Kapolres Lamsel: Hindari Keramaian Demi Keselamatan

“Bagusnya memang dijaga, terutama pas pulang sekolah. Soalnya pada jam itu posisi lagi ramai-ramainya, kendaraan bisa keluar masuk semua-mau. Di sisi lain banyak kendaraan yang melintas, menurut saya ini perlu menjadi perhatian,” katanya kepada Radar Lamsel.

Hal senada juga dikatakan Onong (32), yang meminta dinas dan instansi terkait menugaskan anggotanya untuk berjaga di Jalinsum, terutama saat jam pulang sekolah.

“Tak perlu banyak-banyak, satu saja sudah cukup. Intinya kan supaya bisa mengatur lalu lintas, supaya di sini juga tidak semrawut,” katanya.

BACA :  ODP Mayoritas Perantau

Dikonfirmasi mengenai persoalan penjagaan di area sekolah, Kepala Dinas Perhubungan Lamsel Anasrullah, S.Sos mengatakan pihaknya sudah menyiapkan langkah untuk mengatur kendaraan di Jalinsum saat jam pulang sekolah.

“Saya sudah meminta Kabid Lalu lintas untuk menempatkan anggota yang bertugas di area Jalinsum saat jam pulang sekolah,” katanya.

Selain menempatkan petugas, Anas mengatakan pihaknya juga akan menyiapkan traficon yang akan digunakan sebagai sarana pemberitahuan kendaraan agar tak melaju kencang ketika memasuki area saat jam pulang sekolah.

“Kalau memasang rambu, kalau di Jalinsum itu kewenangan pusat. Mungkin untuk mengantisipasi kendaraan yang melaju kencang, kami akan memasang traficon supaya menjadi atensi bagi kendaraan agar mengurangi kecepatan,” katanya. (rnd)