Disparbud Latih 40 Petugas Penjaga Pantai

714
Iwan J Sastra – Kepala Disparbud Lamsel Fauziah Arief, S.H foto bersama Instruktur Basarnas Provinsi Lampung Deny Iriansyah Mezy dan peserta pelatihan penjaga pantai, usai acara pembukaan, di Aula Alau-Aula, Pantai Laguna Helau Kalianda, Senin (15/8) kemarin.

KALIANDA – Pantai laut ketang yang berada di wilayah Kelurahan Way Urang Kalianda sudah sejak lama terkenal ganas. Betapa tidak, hampir setiap tahun ada saja korban tenggelam di laut yang selalu ramai dikunjungi masyarakat baik warga lokal Kalianda maupun luar daerah setiap hari libur nasional maupun akhir pekan.
Untuk mengantisipasi agar kecelakaan orang tenggelam di lokasi pantai, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamsel melalui bidang pengembangan menggelar kegiatan pelatihan penjaga pantai, khususnya bagi warga di Lingkungan Ketang, Kelurahan Way Urang Kalianda, di Aula Pantai Alau-Alau, Laguna Helau Kalianda, Senin (15/8).
Kegiatan pelatihan yang dibuka oleh Kepala Disparbud Lamsel Fauziah Arief, S. H itu dihadiri peserta pelatihan sebanyak 40 orang dengan menggadirkan narasumber dari Badan SAR Nasional (Basarnas) Provinsi Lampung.
“Wisata pantai merupakan salah satu produk unggulan Kabupaten Lamsel. Kita harus dapat menjaga kebersihannya, kenyamananya serta keamanannya. Sehingga, wisatawan yang datang akan menjadi betah yang akhirnya jumlah kujungannya pun dapat terus meningkat,” ujar Kepala Disparbud Fauziah Arief saat mengawali sambutannya dalam acara pembukaan pelatihan penjaga pantai.
Fauziah menuturkan, pelatihan bagi penjaga pantai merupakan salah satu program kegiatan yang cukup baik. Sebab, dengan diberikannya pelatihan ini maka semua objek wisata pantai di Lampung Selatan dapat terjaga keamanan dan kenyamanannya.
“Fungsi petugas penjaga pantai adalah untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkujung. Saya harapkan para petugas penjaga pantai yang ikut dalam acara pelatihan ini agar sungguh-sungguh menyimak semua materi yang disampaikan para narasumber. Jangan sampai, usainya acara pelatihan, usai pula ilmu yang diperoleh,” tuturnya.
Sementara itu Kabid Pengembangan Disparbud Lamsel Rikawati menjelaskan, tujuan dilaksanakannya pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan para penjaga pantai dalam menanggulangi kecelakaan di kawasan pantai, serta meningkatkan rasa nyaman dan aman bagi para pengunjung objek wisata pantai di Lampung Selatan, khususnya wisata Pantai Laut Ketang.
“Kegiatan ini (pelatihan penjaga pantai, red) memang sudah pernah kami diberikan kepada kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di tiap-tiap kecamatan yang memiliki objek wisata pantai. Namun untuk tahun ini, pelatihan dikhususkan bagi warga yang tinggal di Lingkungan Ketang. Sebab, di pantai laut ketang ini kecelakaan orang tenggelam sudah seringkali terjadi,” jelasnya.
Diungkapkannya, acara pelatihan penjaga pantai laut ketang ini akan berlangsung selama dua hari, dengan jadwal kegiatan satu hari diisi dengan penyampaian materi oleh narasumber dan dihari kedua (hari ini, red) pelaksanaan praktek lapangan yang secara lansgung akan mengambil lokasi di pantai laut ketang.
“Kami berharap dengan diberikannya pelatihan ini, warga lingkungan ketang yang ikut dalam pelatihan bisa mengantisipasi setiap bencana atau kecelakaan laut yang terjadi. Sehingga, kecelakaan orang tenggelam di laut ketang nantinya akan semakin berkurang,” pungkasnya.
Dalam acara pelatihan yang mengambil tema “Melalui Pelatihan Penjaga Pantai Kita Tingkatkan Kapasitas Masyarakat dan Pengelola Objek Wisata serta untuk Menimbulkan Rasa Aman Bagi Masyarakat” itu, Instruktur pelatih dari Basarnas Lampung Deny Iriansyah Mezy menyampaikan sejumlah materi pelatihan yang meliputi soal bantuan dasar cara penanggulangan korban tenggelam serta tindakan pencegahan, metode pertolongan di Air dan sistem pengawasan. (iwn)

BACA :  ODP Asal Lamtim Dipulangkan