Disperkim Benahi 8 LPJU Rusak, Tersisa 12 Lagi

37
ILUSTRASI

KALIANDA – Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kabupaten Lampung Selatan akhirnya angkat bicara mengenai banyaknya LPJU yang mati. Terutama di jalan protokol Kalianda yang menjadi akses utama menuju pusat pemerintahan. Kepala UPT PJU Disperkim Lamsel, Asnawi, mengakui jika puluhan LPJU dari gedung DPRD Lamsel hingga pertigaan hotel Kalianda banyak yang mati.

Menurut Asnawi, matinya puluhan LPJU itu disebabkan oleh kerusakan. Namun Asnawi mengklaim jika pihaknya sudah melakukan perbaikan di beberapa LPJU sepanjang jalan protokol. Dia menjelaskan titik-titik LPJU yang diperbaiki berlokasi di gedung DPRD Lamsel, kemudian ada juga di tugu Adipura.

“Sudah, kurang lebih ada 8 titik yang kita perbaiki,” katanya kepada Radar Lamsel, Senin (21/9/2020).

Jika delapan unit LPJU itu benar diperbaiki, artinya Disperkim masih memiliki pekerjaan rumah yang berat. Pasalnya, jumlah lampu yang menyala tersebut baru menyentuh 40 persen dari total 20 unit LPJU. Artinya, Disperkim wajib memperbaiki sisa 12 LPJU yang masih mati agar persentase pemulihannya mencapai angka 100 persen.

BACA :  Tantangan BPPRD, Genjot PAD

Asnawi mengakui tidak mudah memperbaiki LPJU yang mati dalam tempo singkat. Karenanya, dia meminta waktu agar semua LPJU yang mati bisa diperbaiki. Pasalnya, masyarakat selalu menuntut dinas dan instansi terkait segera melakukan pembenahan terhadap LPJU yang mati. Apalagi di kecamatan Kalianda yang notabennya sebagai ibu kota Lampung Selatan.

“Kita perbaiki pelan-pelan, tahap demi tahap. Kami butuh waktu untuk menyelesaikannya,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, anggota Komisi III DPRD Lamsel, M. Akyas menyoroti banyaknya LPJU yang mati di jalan protokol Kalianda. Akuas menilai jika kerusakan LPJU di ibu kota Lampung Selatan patut mendapat sorotan. Kondisi ini sangat disayangkan karena Kalianda yang menjadi ibu kota seharusnya menjadi contoh bagi wilayah lain.

BACA :  Cabup Lamsel Saling Melucuti Program

Akyas pun blak-blakan. Menurut dia, bukan hanya lampu penerang di kecamatan Kalianda saja yang mati. Kondisi serupa juga terjadi di kecamatan lain. Misalnya di kecamatan Jatiagung, dan kecamatan Natar. Sebagai gerbang Sumatera di jalur udara, Akyas sangat menyayangkan banyaknya LPJU yang mati di sepanjang jalan menuju bandara Radin Inten II.

Lebih lanjut, Akyas mengatakan bahwa sebagai perwakilan rakyat Kabupaten Lampung Selatan, pihaknya selalu berupaya mendorong dinas-dinas yang menjadi rekan kerja Komisi III agar melakukan pekerjaannya dengan baik. Begitu pula saat kritikan masalah lampu yang sempat disinggung ketika Komisi III hearing beberapa waktu lalu.

“Ini sebagai bentuk penekanan. Kami ingin kerusakan-kerusakan ini dibenahi. Cobalah buat kebijakan yang pro rakyat,” katanya. (rnd)