Ditlin Kementan Minta Petani RTL

47
Ditlin Kementan Minta Petani RTL

PENENGAHAN – Sebanyak 50 petani di kecamatan Penengahan melacarkan gerakan pengendalian (gerdal) ramah lingkungan terhadap tanaman kacang tanah. Luas pengendalian menyasar lahan seluas 15 hektar. Langkah ini dilakukan rombongan petani karena kacang tanah menjadi salah satu komoditi unggulan yang ada di kecamatan setempat.

Dalam setiap musim tanam, luasan pertanaman kacang tanah bisa mencapai 60 hektar. Di mana, salah satu sentra pertanaman kacang tanah berada di desa Way Kalam. Desa ini sangat mendominasi luasan lahan, yakni sebesar 50 persen. Atau 30 hektar dari 60 hektar lahan yang ada pada musim ini. Dengan umur 7-90 hari.

Budidaya komoditi kacang tanah petani yang masih konvensional ini disaksikan langsung oleh Direktorat Perlindungan Tanaman (Ditlin) Kementrian Pertanian, dan Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Lampung. Indah, S.P perwakilan Ditlin Kementrian mengapresiasi langkah gerdal yang dilakukan para petani.

BACA :  Di Tanah Leluhur Desa Kuripan, Pandu Berkhidmat

Bukan hanya itu saja, Indah berharap setelah adanya gerdal ini petani memiliki rencana tindak lanjut (RTL). Dengan begitu, lanjut Indah, petani bisa mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) kacang tanah di lahannya masing-masing. “Petani juga harus bersinergi dengan petugas yang ada di lapangan,” katanya, Jumat (23/10/2020).

Selain gerdal, ada juga petani yang sudah menerapkan secara teknologi. Zainal Abidin, selaku ketua kelompok pos penerapan agenshayati (PPAH), saat ini memiliki pertanaman kacang tanah dengan luas 0.25 hektar. Dengan umur tanaman yang menjelang panen. Zainal mengaku dari awal sudah menerapkan budidaya secara ramah lingkungan.

BACA :  Warga Way Kalam Minta Pelabaran Jembatan Utama

Adapun yang telah diterapkan yaitu pengolahan tanah secara sempurna, pemakaian kompos, dan aplikasi agens hayati. Hal inilah yang selalu disampaikan kepada petani setempat berkaitan dengan organisme pengganggu tumbuhan (OPT), yang berkembang saat ini dominan karat daun dengan intensitas ringan.

“Penyakit tersebut biasanya menyerang tanaman pada saat tanaman menjelang panen,” kata Petugas POPT Kecamatan Penengahan, Syafruddin.

Walaupun penyakit karat daun tidak terlalu berpengaruh terhadap produksi, kata dia, tetapi tetap diperlukan pengendalian. Syafruddin mengatakan bahwa POPT bersama dengan petani melakukan kegiatan gerakan pengendalian OPT kacang tanah secara ramah lingkungan dengan menggunakan agens hayati paenybacillus polimixa. (rnd)