DKP Bina Keamanan Pangan Siswa Sekolah

629

 

KALIANDA – Keamanan pangan merupakan hak bagi setiap orang termasuk siswa sekolah yang sedang dalam masa pertumbuhan. Salah satu sumber pangan yang sangat dikenal dan disukai anak-anak disekolah adalah pangan jajanan.

Itu dikatakan Kepala DKP Lamsel Ir. Yansen Mulya saat membuka kegiatan pembinaan tentang keamanaan pangan bagi siswa sekolah dasar (SD) di SDN 3 Way Urang Kalianda, Selasa (3/4) kemarin.

Yansen menyampaikan, Panganan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) memiliki peranan penting dalam memberikan asupan energi dan gizi bagi anak-anak usia sekolah. Salah satunya adalah menciptakan generasi yang sehat, cerdas dan berprestasi.

“Tapi sayangnya, hasil pemantauan yang dilakukan tim keamanan pangan DKP Lamsel, masih ditemukan adanya jajanan yang dijual dengan kondisi yang sangat memperihatinkan. Seperti kualitas gizinya yang sangat minim, keamanan pangannya kurang terjaga, hingga kehigienisan maupun sanitasi dilingkungan kantin sekolahnya pun masih terlihat sangat rendah.

BACA :  Puluhan Rumah di Pantai Mutun Terendam Banjir Rob

“Rendahnya kualitas PJAS tentunya dapat memperburuk status gizi anak sekolah dan mengakibatkan terganggunya asupan gizi. Karena hampir 30 persen asupan energi dan gizi anak usia sekolah itu diperoleh dari kantin sekolah dan juga para pedagang yang berjualan diluar lingkungan sekolah,” ujarnya.

Dengan adanya fakta tersebut, lanjut Yansen, pihak DKP Lamsel bekerjasama dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bandar Lampung, telah melakukan upaya pembinaan sekaligus bersosialisasi tentang pengelolaan kantin sekolah sehat terhadap beberapa komunitas sekolah baik para pedagang kantin, guru UKS maupun KUPT Dinas Pendidikan.

“Tahun ini kami akan kembali mencoba memberikan pembinaan secara langsung ketiap-tiap sekolah seperti halnya yang dilaksanakan pada pagi hari ini (kemarin, rd) di SDN3 Way Urang Kalianda,” terangnya.

Diungkapkannya, dalam pembinaan tersebut para siswa  dibekali berbagai pengetahuan dan pemahaman tentang pengenalan jajanan yang tidak sehat seperti yang mengandung cemaran biologi (terkandung mikroba dan berjamur, red). Serta cemaran kimia seperti formalin, rhodhamin B dan Boraks.

BACA :  Pemkab Lamsel Berdayakan UMKM Produksi 150 Ribu Masker Kain

“Cemaran fisika itu ada pada benda lain seperti rambut, serpihan kayu, dan kerikil.  Selain itu juga, kami memberikan penjelasan tentang bagaimanan membaca label pangan. Kami berharap setelah dilakukannya pembinaan ini para siswa sekolah sudah bisa memiliki kemampuan dalam memilih dan menentukan jajanan yang sehat, aman dan bergizi baik disekolah maupun lingkungan tempat tinggal,” harapnya.

Sementara itu, Kepala SDN 3 Way Urang Ahmad, S. Pd menyampaikan ucapan terimakasih kepada DKP Lamsel yang telah memberikan pembinaan tentang keamanan pangan bagi siswa-siswinya di sekolah. “Kami selaku pihak sekolah akan berupaya untuk membudayakan hidup bersih sehat dan aman kepada siswa di sekolah ini. Dengan tujuan agar terciptanya siswa-siswi yang cerdas, sehat dan berprestasi,” pungkasnya. (iwn)