Donatur Untuk Bantu Nelayan

101
ILUSRASI

RAJABASA – LSM Pelita Lamsel mengajak semua pihak turun tangan untuk membantu satu sama lain. Yodistara Nugraha, pria yang memprakarsai Sakai Sambaiyan ini telah mencantumkan nomor telepon sekaligus WhatsApp (0812-2440-8855) yang bisa dihubungi kapanpun jika ada bantuan paket sembako.

“Rencananya, bantuan yang ada akan kita sebar kepada nelayan dari pantai Belebuk, Kecamatan Bakauheni, sampai pantai Banding, Kecamatan Rajabasa,” katanya kepada Radar Lamsel, Minggu (3/5/2020).

Yodis mengatakan ide itu lahir lagi setelah dirinya mendengar curahan hati seorang nelayan yang biasa melaut di pantai Belebuk, Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni. Dari keterangannya, kata Yodis, nelayan mengaku tangkapan ikan yang didapat hanya sedikit. Kondisi ini semakin parah setelah harga ikan menurun sejak pandemi Covid-19.

BACA :  Hadapi OPT, Petani Wajib Terapkan 6T

Insyaallah, dalam waktu dekat kami akan membagikan sekitar 50 paket sembako kepada nelayan-nelayan tradisional di dua kecamatan itu,” katanya.

Lebih jauh, Yodis mengatakan seluruh paket sembako itu diterima dari salah satu pengusaha kuliner di Kota Bandar Lampung. Nantinya, kata Yodis, pembagian sembako itu akan diberikan secara langsung kepada nelayan yang tengah nelaut. Cara ini diterapkan agar pihaknya mengetahi kesulitan dan keluh kesah para nelayan.

“Kita datangi para nelayan yang sedang memancing ditengah laut. Jadi kita tahu betul seperti apa kondisi penerimanya. Kami harap akan ada lagi donatur-donatur yang peduli dan ingin berbagi kepada sesama,” katanya.

BACA :  Hadapi OPT, Petani Wajib Terapkan 6T

Sebelumnya, LSM Pelita tengah mempersiapkan proyek Sakai Sambaiyan untuk yang kesekian kalinya. Proyek ini merupakan kegiatan sosial yang bantuannya berasal dari para donatur. Selama dibentuk, kegiatan ini menyasar masyarakat yang membutuhkan bantuan karena tertimba bencana. Contohnya seperti gempa di Lombok, pada tahun 2018 lalu.

Tapi kali ini tim Sakai Sambaiyan akan menyasar masyarakat yang sangat terdampak wabah Covid-19. Khusunya para nelayan di pesisir Kabupaten Lampung Selatan. Tak dipungkiri, wabah virus mematikan itu melanda dunia. Hampir semua sektor usaha terpuruk, ada pula yang mengalami kelumpuhan sehingga menghentikan roda perekonomian. (rnd)