DPMPPTSP Tunggu Itikad Baik PLN

38
ILISTRASI

KALIANDA – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) Lampung Selatan, masih menunggu itikad baik dari PT. PLN (Persero) untuk mengurus dokumen perizinan dalam proses pembangunan gardu induk di Dusun Sandaran Desa Talangbaru, Kecamatan Sidomulyo. Namun, jika tidak segera dilakukan maka aktifitas persiapan lahan atau hand clearing bakal di stop paksa oleh petugas.

Sejauh ini, pembangunan gardu induk milik PT. PLN (Persero) itu masih dalam tahapan persiapan lahan oleh pihak rekanan. Namun, sejatinya dalam kegiatan itu pihak yang bersangkutan wajib mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Kita masih tunggu itikad baik dari pihak yang bersangkutan. Meskipun PT. PLN adalah BUMN, tapi kita tetap perlakukan hal yang sama dengan yang lain. Khususnya dalam konteks dokumen perizinan,” ungkap Kepala Bidang Pengawasan DPMPTSP Lamsel, Rio Gismara dikantornya, Rabu (29/7) kemarin.

Dia menegaskan, pihaknya sejauh ini telah melayangkan surat peringatan (SP) kesatu kepada para pekerja di lokasi gardu induk tersebut. Jika dalam pekan ini tidak diindahkan, maka SP kedua siap dilayangkan.

“Kita sengaja memberikan SP I kepada rekanan yang ada di lapangan. Supaya mereka meneruskannya kepada pihak PLN yang memberikan mereka pekerjaan pembangunan gardu induk itu. Karena mereka saling lempar tanggungjawab. PLN kami konfirmasi menyerahkan kepada rekanan, nah si rekanan ini bilangnya kalau izin urusan PLN. Kita ikuti saja prosedurnya. Kalau sampai batas waktu yang ditentukan tetap tidak diurus maka kita akan SP II, SP III eksekusi menghentikan aktifitas mereka,” tukasnya.

BACA :  Staklim Predikisi Ancaman Kemarau Panjang

Terpisah, Radar Lamsel mencoba menggali informasi lebih jauh terkait rencana pembangunan gardu induk tersebut melalui Manager Operasional PLN Rayon Sidomulyo, Manggung Wuri Wibowo via sambungan telepon. Namun, yang bersangkutan ternyata saat ini sudah tidak lagi menjabat di posisi tersebut.

“Sekarang bukan saya lagi, Mas. Ibu Ulfa menggantikan posisi saya. Kemarin ada mutasi di region Sumbagsel. Kira-kira ada yang bisa saya bantu Mas,” kata Manggung saat dihubungi, kemarin.

Setelah berbincang, dia membenarkan jika di lokasi tersebut memang direncanakan untuk pembangunan gardu induk PT. PLN. Tetapi, dalam hal tersebut menjadi kewenangan penuh PT. PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung.

“Memang rencana itu sejak saya menjabat di rayon Sidomulyo. Tapi kalau ingin konfirmasi langsung ke UID Lampung. Karena tingkat rayon tidak punya kewenangan masalah itu. Apalagi urusan perizinan dalam pembangunan lokasi itu. Langsung saja melalui bagian humas di PLN UID Lampung,” pungkasnya sambil menutup perbincangan.

BACA :  Desa Diminta Cermat Susun RKPDes

Sebelumnya diberitakan, pembangunan gardu induk yang dikabarkan milik PLN Cabang Lampung, di Dusun Sandaran Desa Talangbaru, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan belum mengantongi izin. Bahkan, DPMPTSP telah melayangkan Surat Peringatan (SP) I kepada pihak PLN agar mengurus berbagai dokumen perizinannya.

Kepala DPMPTSP Lamsel, Martoni Sani didampingi Kepala Bidang Pengawasan, Rio Gismara mengungkapkan, proses pembangunan gardu induk PLN itu kedapatan tidak berizin setelah petugas melakukan monitoring dan evaluasi (monev) rutin, beberapa waktu lalu. Pihaknya, mencurigai ada proses persiapan lahan (hand clearing’red) di lokasi tersebut.

“Memang ada laporan juga dari masyarakat soal aktifitas pembangunan gardu induk itu sendiri. Setelah kita lakukan monitoring, ternyata belum ada satu pun dokumen perizinan yang mereka miliki. Setelah itu kita berikan teguran selama tiga kali tidak diindahkan oleh yang bersangkutan,” ungkap Rio kepada Radar Lamsel dikantornya, Selasa (28/7). (idh)