DPP Cek Sampah dan Carikan Solusi

683
Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman I Ketut Sukerta, S.E.

KALIANDA – Dinas Perumahan dan Pemukiman (DPP) Kabupaten Lampung Selatan memiliki pekerjaan rumah (PR) yang cukup berat dalam mengatasi persoalan sampah di Kabupaten Khagom Mufakat ini.

Selain mengatasi sampah di kawasan Ibu Kota Kalianda yang tak kunjung usai, pemandangan sampah menumpuk yang sudah bertahun-tahun juga terjadi di Jalinsum, Desa Rangai Tri Tunggal, Kecamatan Katibung yang sangat dikeluhkan warga dan pengguna jalan akibat bau busuk yang menyengat.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman I Ketut Sukerta, S.E., tidak membantah hal tersebut. Pihaknya, mengaku akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasi persoalan sampah baik di kawasan Kota Kalianda maupun diwilayah Jalinsum Kecamatan Katibung.

Ya, kami sangat berterimakasih dengan informasi dari rekan media. Jadi, saya yang baru menjabat bisa mengetahui kondisinya seperti apa di lapangan. Kami akan berupaya semaksimal mungkin,”ujar Ketut saat ditemui di Kantor Bupati, kemarin.

BACA :  52 Persen Poktan Sudah Susun e-RDKK

Dirinya bakal langsung turun ke lapangan melihat kondisi penumpukan sampah yang terjadi di wilayah Desa Rangai Tri Tunggal sekaligus mencarikan jalan keluar atau solusi untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Besok (hari ini’red) saya bersama jajaran akan meninjau dan langsung mengangkut sampah di kawasan itu (Katibung’red). Serta, akan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan setempat bagaimana solusinya,”imbuhnya.

Apakan akan disediakan tempat pembuangan akhir (TPA) atau disediakan bak penampungan sampah di kawasan itu ? Ketut belum bisa memastikannya. Karena, harus diketahui asal-muasal sampah yang dikumpulkan dikawasan tersebut.

BACA :  Cabup Lamsel Saling Melucuti Program

“Yang pasti, kita akan cari solusi terbaiknya. Kita harus tahu dulu asalnya sampah-sampah yang menumpuk ini dari mana. Kalau memang perlu ada TPA di wilayah Katibung, akan kita upayakan. Yang jelas akan kami koordinasikan dalam waktu dekat,”lanjutnya.

Dia mengharapkan, ada kesadaran masyarakat setempat dalam hal pembuangan sampah. Sehingga, persoalah tersebut lambat laun bisa diselesaikan.

“Masyarakat juga semestinya harus senantiasa menjaga kebersihan lingkungan. Masa iya, mereka suka melihat kondisi pinggir jalan lintas dengan pemandangan sampah dan bau busuk. Seharusnya, mereka membuat sendiri penampungan sampah di rumahnya masing-masing. Bisa dikubur atau dibakar,”pungkasnya. (idh)