DPTPH Tanjung Jabungtimur Pelajari Budidaya Bawang dan Cabai

483

PENENGAHAN – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) bersama sejumlah petani Kabupaten Tanjur Jabungtimur, Provinsi Jambi mengunjungi Desa Ruangtengah, Kecamatan Penengahan dalam rangka melakukan study banding di wilayah itu.

Rombongan yang berjumlah 15 orang itu pun berasal dari sejumlah petani yang berasal dari 5 kecamatan, yaitu Kecamatan Sabakbarat, Kecamatan Mendaharaulu, Kecamatan Gearagai, Kecamatan Rantaurasau dan Kecamatan Berbak. Mereka didampingi Kasi ketenagaan Suparmi, SP, Kasi metoda dan informasi Wiwik Handayani, SP dan Kabid Penyuluhan Ngadi, SP.

Study banding yang dimaksud adalah untuk mempelajari tata cara mengenai budidaya pengembangan tanaman bawang dan cabai kepada para petani setempat. Rupanya, hal itu dilakukan karena Dinas PTPH Kabupaten Tanjung Jabungtimur memiliki rencana program pengembangan tanaman bawang dan cabai pada ahun 2018 mendatang.

Kedatangan mereka pun disambut secara langsung oleh tim dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) yang diwakili oleh Kabid Hortikultura Des Rahyumi TJ, SP dan Syafruddin selaku petani bawang Desa Ruangtengah.

Kabid Hortikultura DTPHP Lamsel Des Rahyumi mengatakan, study banding yang dilakukan oleh tim DPTPH Tanjung Jabungtimur adalah untuk mempelajari budidaya penanaman bawang dan cabai. “Bagi mereka tanaman seperti ini sangat asing, sebab para petani disana belum pernah melakukan penanaman skala luas yang mencapai hektaran. Mereka sifatnya hanya penamanan untuk konsumsi. Ya hanya berapa batang, untuk memenuhi keseharian saja,” kata Des Rahyumi kepada Radar Lamsel, Jum’at (8/12) lalu.

BACA :  Pengerahan Massa Pilkada Dibatasi 100 Orang

Sementara itu, Syafruddin petani bawang Desa Ruangtengah memberikan arahan kepada petani dan tim dari Kabupaten Tanjung Jabungtimur untuk menggunakan pupuk organik selama proses penanaman. Hal ini dilakukan untuk mengurangi pemakaian puppuk kimia yang masih sering digunakan para petani Kabupaten Tanjung Jabungtimur ketika memulai penanaman.

“Mereka lebih sering memakai pupuk kimia, untuk itu kita arahkan agar mereka beralih ke pupuk organik. Saya juga menjelaskan kalau petani yang memakai pupuk kimia itu sudah ketinggalan,” kata Syafruddin.

Syafruddin pun mengaku cukup kaget ketika mendengar budidaya bawang dan cabai di Kabupaten Tanjung Jabungtimur yang sangat minim. Seharusnya, kata dia, daerah itu sudah memiliki banyak lahan tanam. Hal itu didukung karena lahan didaerah itu memiliki kualitas yang bagus.

“Tanah tipe gambut, sangat cocok untuk tanaman cabai dan bawang. Tapi memang perlu perlakuan khusus, petani harus memakai pupuk organik dan dolomit untuk menetralkan PH atau tingkat keasaman tanah,” katanya.

Syafruddin melanjutkan, mengenai budidaya pihaknya menyampaikan dari tata cara penanaman yang dimulai dari bibit. Kemudian masalah penanggulangan, menurut Syafruddin saat tanaman mencapai fase yang bagus, petani tidak perlu terlalu sering melakukan penyemprotan. Jika itu dilakukan, maka akan membahayakan tanaman.

BACA :  RSUD Bob Bazar Dapat Tambahan 1 Ventilator Dari Gerindra

Karena, lanjut dia, dalam proses penanaman ada istilah hama dan musuh alami (serangga’red). “Jika musuh alami kita habiskan, maka hama akan memakan tanaman. Begitu juga sebaliknya. Ketika salah satu diantaranya habis, maka mau tidak mau tanaman akan jadi target. Jadi disini kita harus seimbang, dan tidak boleh membuat salah satu diantaranya mati,” jelasnya.

Setelah mendengar penjelasan dari tim DTPHP Lamsel dan petani. Dinas Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupten Tanjung Jabungtimur melalui Kasi metoda dan informasi Wiwik Handayani, SP menyatakan siap menerapkan metode yang telah  mereka pelajari.

Menurutnya, rencana pengembangan budidaya cabai dan bawang diwilayahnya akan dimulai pada tahun 2018. “Selama ini kami memiliki keinginan mengembangkan komoditas tersebut (bawang dan cabai’red), tapi karena masih takut dan minim informasi, kami mencari pengalaman disini. Sekarang walaupun sedikit, kami sudah tahu cara budidaya penanaman, penanggulangan dan produksinya. Insyah Allah tahun depan kami akan coba terapkan ditempat kami,” pungkasnya. (rnd)