Drag Lintas di Markas Satlantas

52
Randi Pratama – Dua kendaraan sedang nge-drag di jalan protkol lingkungan kantor Pemkab Lamsel. Foto dibidik Sabtu (24/11/2019).

KALIANDADrag race di Kecamatan Kalianda masih marak. Hebatnya, anak-anak drag ini beraksi di sekitaran Pos Turjawali yang notabennya jadi markas satuan polisi lalu lintas (Satlantas). Sekitar pukul 00.51 WIB, Sabtu (24/11/2019) malam, drag ini terdengar di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) masjid Agung Kalianda dan jalan di lingkungan Pemkab Lamsel.

          Pantauan Radar Lamsel, ada sejumlah motor yang melakukan drag secara bergantian. Kemudian rombongannya nongkrong di tugu Kota Kalianda, tepatnya di depan Pengadilan Agama (PA) Lampung Selatan. Mereka nge-drag dengan bebas. Tanpa halauan dari pihak manapun.

Termasuk anggota polisi yang mungkin ‘ada’ di pos itu. Di waktu yang sama, tidak ada tanda-tanda pergerakan dari polisi di pos itu. Meski kondisi jalan pada tengah itu lengang. Keberadaan bocah-bocah drag ini jelas mengganggu kenyamanan.

BACA :  Siap-siap! Kendaraan ODOL Bakal Ditilang

Sebab, tidak mungkin drag dilakukan dengan motor tanpa knalpot racing. Suara knalpot ini yang membuat tak nyaman karena bising. “Ributnya minta ampun,” kata Udin (33), warga Kalianda.

          Masyarakat yang merasa terganggu dengan drag ini meminta jajaran kepolisian, khususnya Satlantas supaya memberi tindakan tegas. Pasalnya, drag yang dilakukan di Jalinsum atau di lingkungan Pemkab Lamsel dinilai sangat mengganggu kenyamanan. “Yang jelas berisik. Sesekali dieksekusi, biar jera,” kata Lani (35), warga lainnya.

          Tak hanya itu, drag yang dilakukan di jalan raya seperti Jalinsum jelas membahayakan diri. Banyak kendaraan besar yang melintas. Bahkan tak sedikit pula dari rombongan anak motor ini memberhentikan kendaraan di Jalinsum agar aksi mereka bisa dijalankan tanpa hambatan.

BACA :  Esti Nur Fathonah Beri Petunjuk

Hal ini pun diakui oleh anak-anak dari rombongan drag itu. Kendaraan harus diberhentikan jika memang memungkinkan. “Kalau lagi isi (taruhan) harus nyetop,” kata salah satu anak dari rombongan drag ini.

Ia mengaku kadang takut jika ingin ikut drag. Namun rasa takut itu terobati jika ada lawan yang mudah dikalahkan. Sebelum drag, pemuda yang mengaku dari Desa Belambangan ini harus melihat situasi terlebih dahulu. “Apalagi enggak ada polisi. Jabanin aja, lumayan,” katanya. (rnd)

BAGIKAN