DTPHP Target Produksi Jagung Naik 10 Persen

268
Ilustrasi Jagung

KALIANDA – Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP)Lampung Selatan membidik peningkatan produksi jagung sebesar 10 persen di tahun 2019.

Bila tahun 2018 lalu provit hanya bertengger 5,2 ton per hektar maka tahun ini dengan luas tanam yang diprediksi tembus diangka 99.750 hektar. Provitas hasil panen yang ditargetkan  mencapai 5,3 ton per hektar.

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan DTPHP Lampung Selatan Mugiono mengatakan untuk tahun 2019 ini target luasan tanam diharapkan mencapai 99.750 hektar dengan provitas hasil panen 5,3 ton perhektar.

“Target kita produksi jagung untuk tahun 2019 bisa mencapai 528.675 ton, pada tahun 2018 lalu terjadi penurunan produksi jagung. Dimana pada tahun 2018 lalu luasan panen mencapai 92.292 hektar dan provitas produksi 5,2 ton perhektar dengan total produksi jagung hanya 479.918 ton, ” ujarnya kepada Radar Lamsel, Senin (4/3).

BACA :  Empat Verifikator Buka Suara, Kecuali Titik Sutriningsih

Data 2018 yang dipaparkan menurun bila dibandingkan dengan hasil di tahun 2017. Pasalnya tahun 2017 untuk luasan panen mencapai 101.150 hektar menghasilkan produksi 5,1 ton.

“Pada tahun 2018 lalu ada penurunan jika dibandingkan tahun 2017. Ini dipengaruhi oleh harga dan juga kondisi cuaca. Total produksi jagung di 2017 mencapai 515.865 ton,” ujarnya.

Disinggung turunnya harga jagung di awal 2019?  Mugi mengatakan pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Dirinya mengatakan ketika harga turun dan kondisi cuaca kurang mendukung maka memang agak susah untuk bisa mendorong petani melakukan percepatan tanam.

“Kalau kita hanya bisa melakukan optimalisasi tanam dimusim kedua. Tetapi bila harga juga jatuhnya cukup jauh, sulit juga kita mendorong petani untuk melakukan percepatan tanam,” kata Mugi.

Untuk Diketahui harga komoditi jagung pada bulan Februari ini turun. Harga jagung ditingkat pengepul hanya Rp. 3.200 perkilogram. Ini masih akan dipotong dengan kadar air 35 persen. Sehingga harga jagung ditingkat petani hanya sektiar Rp. 1.800 – Rp. 2.000 perkilogramnya.

BACA :  Rapid Test Massal, 217 Pegawai Lamsel Non Reaktif

Sementara Data Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Selatan mencatat produksi tanaman pangan kabupaten ini terus berubah dari tahun ke tahun tak terkecuali produktifitas Jagung. Pada 2016 silam indikator tanaman Jagung mencapai 598,03 ribu ton.

Sayangnya data untuk tahun 2018 belum dikeluarkan oleh BPS Lamsel. Menurut keterangan Kepala BPS Lamsel Tri Kuntjoro pihaknya tengah menghitung indokator penting di Lampung Selatan untuk tahun 2018.

“ Belum ada. Lagi dihitung untuk kabupaten, biasanya Bulan Juni data BPS baru dapat dikeluarkan,” kata Tri Kuntjoro dihubungi Radar Lamsel, siang kemarin. (ver)