DTPHP Terapkan Water Meter untuk Petani

107
David Zulkarnain – Plt. Kepala DTPHP Lampung Selatan, Noviar Akmal memperkenalkan indikator water meter di balai P4S Desa Sukapura, Kecamatan Sragi, Kamis (8/8).

SRAGI – Upaya efisiensi penggunaan air pada tanaman padi saat musim kemarau terus diterapkan kepada petani. Salah satu upaya dengan diperkenalkannya indikator water meter  oleh Dinas Tanaman Pangan Holtikulturan dan Perkebunan (DTPHP) Lampung Selatan.

          Itu diungkapkan oleh Plt. Kepala DTPHP Lampung Selatan, Noviar Akmal pada saat menghadiri pelatihan wirausaha muda di Desa Sukapura, Kecamatan Sragi, Kamis (8/8).

          Dalam kesempatan tersebut, Noviar Akmal mengungkapkan, ditengah musim kemarau saat ini petani harus lebih efisien dalam menggunakan air untuk memenuhi kebutuhan air pada tanaman padi.

          “Pada saat musim kemarau saat banyak petani yang terus menerus melakukan penyiraman tanaman padi. Namun mereka belum tentu mengetahui jumlah air yang dibutuhkan pada tanaman padi,” kata Noviar kepada Radar Lamsel.

          Noviar menerangkan, dengan menerapkan penggunaan  indkator water meter pada lahan tanaman padi terebut petani selalu bisa memantau kebutuhan air pada tanaman padi setiap saat.

BACA :  Kecewa Lagi, Jalan Kualajaya Urung Ditimbun Sabes

          Meskipun tergolong alat sederhana, namun menurutnya indikator water meter ini bisa menerapkan penggunaan air pada tanaman padi yang lebih efisien kepada petani.

          “Indikator water meter ini merupakan alat sederhana, dan dibuatnya juga mudah. Dengan dipasang di lahan tanaman padi petani bisa mengetahui jumlah kadar air yang masih terkandung di tanah, dan tahu kapan perlu dilakukan penyiraman,” terangnya.

          Selain penggunaan penggunaan air yang efisien, DPTHP juga memperkenalkan akan memperkenalkan bagan pewarna daun, untuk mengukur kebutuhan pupuk pada tanaman padi.

BACA :  DWP Lamsel Santuni 100 Santridi Hari Jadi

          “Selain efisiensi penggunaan iar, yang akan kita tekankan juga penggunaan pupuk urea dengan menggunakan bagan warna daun. Harapan kita dengan adnaya penerapan alat ini petani lebih bisa memanage kebutuhan pupuk dan air pada tanaman padi,” harapnya.

          Sementara itu Kepala Unit Pelakasana Teknis (UPT) Penyuluh Pertanian Kecamatan Sragi, Eka Saputra mengungkapkan, dengan penggunaan indikator water meter tersebut bisa menekan penggunaan air yang berlebihan pada saat musim kemarau.

          “Alat ini akan kita perkenalkan kepada petani melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) kepada petani,” pungkasnya. (vid)