Dua Jembatan Timbang Disorot

1497
Ilustrasi

KALIANDA – Dua jembatan timbang yang ada di Kabupaten Lampung Selatan mendapat sorotan Bupati Lampung Selatan H. Zainudin Hasan.
Pemicunya karena dua jembatan timbang yang berada di Depan Dinas Perhubungan dan Desa Gayam, Kecamatan Penengahan itu tak memiliki kontribusi terhadap pembangunan di Bumi Khagom Mufakat.
Zainudin Hasan pun langsung menginstruksikan Plt. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Badruzzaman, S.Sos untuk membentuk tim khusus mengenai masalah ini. Zainudin mengancam akan menutup dua jembatan timbang itu jika tidak memberikan kontribusi bagi masyarakat dan pemkab.
Dia mengatakan, tim tersebut dibentuk untuk melihat dan mengetahui lebih jauh soal keberadaan jembatan timbang tersebut. Sehingga, terjadi koordinasi yang baik antara Dishub Provinsi Lampung dan Pemkab Lamsel.
“Masa iya, kita yang punya wilayah tidak mengetahui sama sekali aktifitas itu. Memang benar, itu (jembatan timbang’red) milik provinsi. Tetapi, itu ada di lokasi atau wilayah kita. Jadi, kita harus mengetahuinya,”ujar Zainudin usai memimpin rakor Pemkab Lamsel di Aula Krakatau Kantor Bupati Lamsel, Jum’at (27/5) pekan lalu.
Pihaknya meminta Pemprov Lampung untuk melibatkan Pemkab Lamsel dalam pengoperasian jembatan timbang. “Kita kan tuan rumah. Kita bertanggungjawab penuh terhadap semua peristiwa yang terjadi di Lamsel. Kalau ada hal yang tidak baik, nanti bisa jadi masalah,”imbuhnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya tidak segan untuk menghentikan aktifitas pengoperasiaan jembatan timbang apabila tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Maka, tim yang saya telah instruksikan tadi untuk melihat hal itu. Apakah sudah benar prosedurnya. Jembatan timbang harus ada gudang dan kelengkapan lain. Kalau tidak, berarti menyalahi aturan. Kita tidak mau sebagai tuan rumah nanti ikut disalahkan,”tutupnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dishub Lamsel Badruzzaman, S.Sos akan segera membentuk tim khusus untuk menanggapi instruksi tersebut.
“Ya, sekarang belum bisa bicara banyak. Nanti kita segera gelar rapat dan bentuk tim khusus. Setelah itu, kita baru bisa mengetahui semua permasalahannya dan bisa mengambil langkah-langkah selanjutnya,”tukas Badruzzaman. (idh)

BACA :  88 Santri Ponpes Lirboyo Asal Lamsel Pulkam