Dua Kali Termakan Janji Jalan Mulus

227
Rifky - Akses jalan masyarakat Desa Purwodadi Dalam, Kecamatan Tanjungsari menuju Desa Srikato, Kecamatan Tanjung Bintang masih memperihatinkan, padahal sudah dua kali dijanjikan, Rabu (29/1).

TANJUNG SARI – Malang benar nasib warga Desa Purwodadi Dalam, Kecamatan Tanjung Sari. Keinginan mereka untuk punya jalan bagus kembali pupus.

Dua kali pemerintah menjanjikan peningkatan jalan kabupaten, dua kali juga rakyat dikecewakan.

Kepala Desa (Kades) Purwodadi Dalam Sugino, S.Pd menjelaskan bahwa jalan tersebut merupakan satu-satunya akses menuju Tanjung Bintang. Jalan itu sudah diusulkan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) pada tahun 2018 lalu.

“Kalau muter lewat Purwodadi Simpang mutar tidak karuan. Kontraktor sudah nemuin saya tahun 2018, tahun 2019 juga gitu. Kata mereka minta tolong minta tenaga kerja, dan kita disini siap. Jalan itu juga sudah sempat diukur,” jelasnya kepada Radar Lamsel di Kantor Desa Purwodadi Dalam, Rabu (29/1).

BACA :  Seremoni ala BKKBN Cegah Stunting

Dia mengatakan, pada tahun 2020 dirinya diminta untuk mebuat proposal khusus untuk jalan penghubung kedua Desa itu. Panjang jalan itu memiliki panjang 2,8 kilometer.

“Saya sudah melihat sendiri itu sudah terdaftar konsultan juga sudah turun, tapi katanya hilang kena hack. Saya mendapat bocoran katanya jalan ini tidak murni pakai APBD, tapi untuk Kertosari sama P. Dalam lewat DAK,” ungkapnya.

Sugino mengatakan bahwa jalan itu terakhir diperbaiki pada tahun 2009. Bahkan, Dirinya sempat memberi ongkos jalan tehadap konsultan. Sayangnya, pembangunan itu isunya dialihkan ke Tanggamus.

BACA :  Winarni Gencar Cegah Stunting dan Gizi Buruk

“Karena saya, Sidomukti, Wawasan sudah melihat SK dari kementrian desa tertinggal itu tahun 2016. Nama programnya program infrastruktur ekonomi sosial wilayah. Kalau itu jalan kabupaten dibangun oleh pemerintah pusat boleh, yang ngga boleh sama kita,” bebernya.

Masih kata Sugino, dia mengatakan dengan batalnya pembangunan jalan itu dia berharap jalan tersebut segera direalisasikan. “Saya merasa dirugikan karena seharusnya 2018 dapat ini nggak dapat, seharusnya tahun 2019 dapat ini juga nggak dapat. Harapannya segera diperbaiki, soalnya itu jalan satu-satunya menuju ke Tanjung Bintang,” imbuhnya.(CW1)