Dua Ruko Ludes Terbakar, Kerugian Ratusan Juta Rupiah

576
Nyoman Subagio – Dua ruko di Desa Sidoasih, Kecamatan Ketapang ludes terbakar, Sabtu malam (3/3) sekitar pukul 21.30 WIB.

KETAPANG – Dua rumah toko (ruko) di Desa Sidoasih tepatnya disimpang tiga Pasar Pematangpasir – Sumberagung,  Kecamatan Ketapang ludes terbakar, Sabtu malam (3/3), sekitar pukul 21.30 WIB.

Kobaran api yang cukup besar disertai ledakan cukup keras membuat warga sekitar berhamburan untuk melihat langsung peristiwa kebakaran tersebut. Kobaran api yang sangat besar dengan cepat meluluhlantakkan dua ruko yang berdampingan berikut isinya. Dua ruko itu diketahui milik Didik (42) dan Miftah (37) warga setempat.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun total kerugian ditaksir ratusan juta rupiah. Sebab, ruko yang diketahui milik Didik menjual sembako, Pertamini (Bensin, Solar, Pertalit dan lain-lain) dan tabung gas. Selain itu, terdapat kios salon potong rambut. Sementara ruko lainnya milik Miftah diketahui menjual atau gerai ponsel.

Informasi yang dihimpun dilokasi kejadian kemarin, kebakaran dahsyat itu berasal Pertamini milik Didik. Ledakan keras pertamini yang berisikan BBM itu membuat kobaran api dengan cepat merambat seisi ruko dan menjalar ke ruko milik Miftah yang berdampingan.

BACA :  Semprot Menyeluruh Tanpa Terkecuali!

Warga yang sudah berkerumun dilokasi kejadian berusaha membantu memadamkan api dengan alat seadanya. Namun usaha itu sia-sia karena api dengan cepat membesar dan menjalar kebarang-barang sekitarnya.

“Api berasal dari rumah pedagang bensin pertamini yang meledak.  Ledakan dari kios bensin itu langsung menyambar rumah korban.  Dan dengan cepat api menyambar gerai ponsel milik Miftah hingga ludes,” kata salah seorang saksi mata Sutino dilokasi kejadian.

Menurut dia,  puluhan warga berupaya  memadamkan api agar tidak menyebar.  Namun usaha warga tersebut sia-sia.  Warga takut lantaran didalam rumah Didik terdapat puluhan tabung gas. “Kami berusaha memadamkan api dengan air dan pasir.  Justru api semakin membesar.  Dan kami takut tatkala mendengar suara ledakan dari rumah Didik.  Kobaran api terus membesar dan menjalar ke ruko milik Miftah. Bahkan api menjalar ke gedung bertingkat sebelahnya yang diketahui ruko milik Bambang,” tuturnya.

Sementara itu, bantuan pemadam kebakaran (Damkar) milik Pemkab Lamsel dua unit dan satu unit milik PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni tiba dilokasi ketika api sudah menghanguskan dua ruko berikut isinya.

BACA :  7.140 Orang Kuota Haji Lampung

Camat Ketapang Darsito, SP yang datang kelokasi mengatakan, kebakaran yang berasal dari Pertamini dengan cepat membesar dan menyebar ke ruko lainnya yang bersebelahan. “Warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Tapi usaha itu sia-sia karena barang-barang yang ada dalam ruko merupakan barang mudah terbakar seperti bensin eceran, sembako dan tabung gas,” kata Darsito, kemarin.

“Mobil pemadam kebakaran yang didatangkan dari Pemkab Lamsel dua unit dan ASDP tiba dilokasi ketika api sudah membakar ruko berikut isinya. Api baru bisa dipadamkan setelah satu jam kemudian agar tidak menjalar ke ruko lainnya yang berdekatan,” tambah Camat Ketapang ini.

Hingga Minggu (4/3) kemarin, jajaran Pemerintah Kecamatan Ketapang dan Desa Sidoasih mendata jumlah kerugian yang diderita korban. “Saya sudah perintahkan kepada aparat desa untuk segera mendata total kerugian korban. Peristiwa ini juga kami laporkan ke Pemkab Lamsel,” pungkasnya.(man)