Dua Tahun Produksi Beras Organik

488

SRAGI – Kelompok tani (Poktan) Rukun Sentosa Desa Bakti Rasa, Kecamatan Sragi mulai memproduksi beras organik.

Ketua kelompok  tani Rukun Sentosa Purwanto mengatakan, kelompok tani yang dipimpinya sudah memproduksi beras organik hampir dua tahun.

“Pada tahun kedua ini kelompok tani Rukun Sentosa mempunyai 7  hektar lahan padi organik. Mulai dari pupuk hingga obat-obtanya semuanya mengunakan bahan organik seperti kotoran sapi dan buah bintaro,” kata Purwanto saat ditemui di kediamannya, Rabu (1/8) kemarin.

BACA :  Ribuan Tanaman Mangrove Disapu Gelombang

Berbeda dengan padi yang dirawat dengan obat-obatan kimia, lanjut Purwanto, hasil dari satu hektar lahan padi organik hanya mampu memperoleh 6 ton padi.

“Hasil produsinya memang lebih rendah. Jika padi yang dirawat dengan obat-obatan kimia satu hektar bisa 8 ton sedangkan padi organik maksimal 6 ton, tapi harga berasnya lebih mahal,”terangnya.

Purwanto menuturkan, pemasaran beras organik yang diproduksi dijual di wilayah Lampung Selatan dengan harga Rp 15.000 per kilogramnya.

BACA :  Pupuk Subsidi Diklaim Aman

“Kelebihan beras organik ini nasinya lebih pulen dan aromatik serta tidak gampang basi. Untuk pemasaran hanya diseputaran Lampung Selatan saja,” ungkapnya.

Meski perawatannya membutuhkan modal yang lebih tinggi, namun memasuki tanam gadu saat ini pihaknya akan memperluas lahan padi organik tersebut.       “Untuk kedepanya kami akan memeperluas lahan padi organik ini dengan mengajak kelompok-kelompaok tani yang ada di desa lain,” pungkasnya. (Cw1)