Dugaan Depresi Habisi Buah Hati

130
ILUSTRASI

KETAPANG – Kondisi CJ (28) yang mengalami depresi menguat. Wanita ini diduga telah menganiaya kedua anak kandungnya, yaitu GD (5) dan SM (11) hingga tewas. Kakak beradik itu tewas dalam jangka waktu lima hari berselang. SM meninggal pada Jumat (17/4/2020) dan GD pada Selasa (21/4/2020).

Tingkah CJ mulai terlihat dan berperilaku seperti orang depresi sejak bercerai dari suaminya, SU (35) dua tahun lalu. Namun, keduanya rujuk kembali pada Februari 2020 lalu. Ketika perilaku depresi CJ sedang kambuh, dia melakukan hal-hal di luar kendali. Misalnya suka memukul orang. CJ akan memukul siapa pun yang berada di dekatnya.

Kadang, tetangga yang sering melerai saat CJ sedang menganiaya GD dan SM, justru ikut menjadi sasaran pemukulan. Berbanding terbalik jika CJ sedang normal. Dia lebih sering diam, terkadang menurut perkataan orang tuanya. Tetapi belum bisa dipastikan apakah CJ mengalami gangguan kejiwaan karena belum pernah diperiksa ke rumah sakit jiwa.

BACA :  Melon Petani Ketapang Bikin Kagum Ketua Komisi II DPRD Lampung

Kapolres Lamsel, AKBP. Edi Purnomo, S.IK. membenarkan informasi tersebut. Saat ini CJ tengah menjalani isolasi di rumah sakit jiwa di Bandar Lampung. Apakah penyelidikan akan berlanjut atau ditunda sampai kondisi CJ memungkinkan, Mantan Kapolres Mesuji itu belum memberikan jawaban mengenai kelanjutannya.

“Ya, benar. Yang bersangkutan (CJ) masih diisolasi di RSJ,” kata Edi saat dikonfirmasi Radar Lamsel, Kamis (23/4/2020).

Sebelumnya, Dinas PPPA Kabupaten Lampung berencana mengirim psikolog klinis untuk memeriksa kondisi psikis CJ. Namun langkah itu urung dilaksanakan. Awalnya, instansi yang berwenang memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak ini berencana mengirim psikolog. Langkah ini dilakukan agar Dinas PPPA bida mendapat informasi penting dari CJ.

BACA :  Melon Petani Ketapang Bikin Kagum Ketua Komisi II DPRD Lampung

Sekaligus mengetahui alasan penyebab CJ depresi. Kepala Dinas PPPA Lamsel, Anasrullah, S.Sos mengatakan pihaknya perlu membawa psikolog supaya bisa mengetahui penyebab depresi yang dialami CJ. Dengan begitu, kata Anas, CJ tidak serta merta disalahkan karena perbuatannya. Sebab, depresi itu menimbulkan prasangka jika CJ diduga telah membunuhnya anaknya, Bunga (11).

“Tidak jadi, karena si ibunya (CJ) ini sudah mau ngomong sama polisi. Awalnya dia diam, makanya kita mau kirim psikolog supaya dia buka suara,” katanya kepada Radar Lamsel, Rabu (22/4/2020).