Duit Hasil Maling Buat Beli Sabu

84
ILUSTRASI

Polisi Buru Pelaku Lainnya

PENENGAHAN – Keresahan warga Desa Kekiling, Kecamatan Penengahan, dengan tingkah maling mulai mereda. Itu setelah polisi berhasil meringkus dua pelaku pencurian dengan pemberatan pada Sabtu (13/06/2020) lalu. Mereka adalah H (28, dan MS (36). Keduanya dibekuk di kediaman masing-masing.

Kebetulan, keduanya juga merupakan warga desa setempat. Setelah melancarkan aksinya di rumah Sopiyan (43) pada Senin (25/5/2020) lalu, H, dan MS berhasil menggondol sebuah laptop serta dua ekor burung murai. Akibatnya ulah keduanya, Sopiyan mengalami kerugian materi sekitar Rp7 juta. Dia pun melapor ke Polsek Penengahan.

Kapolsek Penengahan, AKP. Hendra S. mengatakan setelah menerima laporan, anggotanya langsung melakukan penyelidikan. Dari sini, polisi mendapat beberapa barang bukti yang menguatkan. Kemudian, hasilnya mengarah ke H, dan MS sehingga petugas meringkus mereka. Hasil ini cukup mengejutkan karena kedua pelaku merupakan tetangga Sopiyan.

Penyelidikan polisi mengenai kasus ini masih berlanjut. Namun, Hendra belum mau mengungkapkan ada berapa jumlah kawanan maling ini. Lebih lanjut, Hendra juga belum mau buka suara apakah keduanya merupakan pelaku yang mencuri telepon genggam, berikut uang tunai di beberapa rumah warga Desa Kekiling.

“Yang jelas masih ada pelaku lain, kita akan kejar terus. Kalau sudah dapat, nanti kamu kabari,” katanya kepada Radar Lamsel, Minggu (14/6/2020).

Hendra mengatakan uang hasil dari barang curian itu digunakan kedua pelaku untuk membeli narkoba. Polisi juga tengah menyelidiki dari mana barang haram itu dibeli oleh kedua pelaku. “Ya, nanti kita kembangkan juga,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, warga Desa Kekiling mulai resah. Pasalnya, maling kerap menyatroni rumah warga di desa ini. Dalam dua pekan terakhir, sudah 4 rumah mengalami kemalingan. Ini cukup menjadi bukti jika kawanan maling sedang doyan menyelinap ke rumah-rumah warga desa itu.

Informasi yang dihimpun Radar Lamsel, maling ini bekerja pada tengah malam hingga dini hari. Di saat warga sedang tertidur lelap. Momen inilah yang dimanfaatkan bandit melancarkan aksinya. Terbaru, salah satu rumah warga Dusun 3, Desa Kekiling disatroni maling pada Selasa (9/6/2029) dini hari.

Penyamun ini berhasil menggondol telepon genggam, dan uang tunai jutaan rupiah. Maling ini memasuki rumah korban dengan cara klasik. Mereka masuk melalui jendela yang sudah dibobol terlebih dahulu. Hal ini diamini oleh Sekretaris Desa Kekiling, Ari Wandira, saat dihubungi Radar Lamsel, kemarin.

Ari mengatakan pihaknya sudah membuat langkah antisipasi supaya aksi para maling tersebut bisa ditekan. Caranya dengan melaksanakan ronda setiap hari. Sistem ronda ini dibagi jumlahnya setiap malam dengan bergiliran. Masing-masing rukun tetangga (RT) memiliki grup ronda. Langkah ini dinilai efektif supaya maling merasa jera.

“Jumlahnya bervariasi, ada 3 sampai 5 orang per RT. Waktu ronda dimulai pukul 22.00 WIB sampai menjelang subuh. Insyaallah bakal kita lakukan sampai desa benar-benar aman dari maling,” katanya.

Malisda (30), warga desa setempat mengaku khawatir dengan aksi maling yang sedang marak. Bukan hanya soal harta benda saja, ibu dua anak ini lebih khawatir jika tindakan maling akan mengancam nyawa mereka. Menurut dia, tidak menutup kemungkinan jika maling akan nekat melakukan kekerasan andaikata aksinya dipergoki.

“Iya nih, lagi marak sekali. Hampir tiap malam dengar kabar kemalingan. Saya sama keluarga takut. Semoga saja kejadian ini mendapat perhatian dari pihak kepolisian,” katanya. (rnd)

BACA :  Pemdes Banjarmasin Sukses Bangun Infrastruktur Tahun 2020