E-RDKK Diterapkan, Data Ulang Kebutuhan Pupuk Petani

60
David Zulkarnain – Sosialisasi E-RDKK kepada kelompok tani yang digelar oleh UPT Penyuluh Pertanian Kecamatan Sragi, Senin (14/9).

SRAGI – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penyuluh Pertanian Kecamatan Sragi kembali mendata kebutuhan pupuk subsidi diwilayah setempat. Itu dilakukan menyusul peraturan kementerian pertanian yang akan menerapkan Eletronik  Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok ( E-RDKK).

Hal itu terungkap ketika UPT Penyuluh Pertanian Kecamatan Sragi menggelar sosialisasi E-RDKK kepada kelompok tani, Senin (14/9) kemarin.

Kepala UPT Penyuluh Pertanian Kecamatan Sragi Eka Saputra mengatakan, inventarisasi atau mendata kebutuhan pupuk subsidi ini menjadi salah satu bagian penyusunan RDKK yang akan diterapkan dengan sistem elektronik.

“Kenapa harus kita inventarisasi atau kita data ulang karena untuk penyusukan RDKK pada tahun 2021 sudah menggunakan sistem elektronik atau aplikasi. Tidak manual lagi,”ujar Eka Saputra kepada Radar Lamsel di sela kegiatan sosialisasi di Aula Kantor UPT Penyuluh Pertanian.

BACA :  Petambak Dikepung Mendung

Di Kecamatan Sragi memiliki lahan pertanian seluas 5.097 hektar yang terbagi menjadi dua. Yaitu, 2.274 lahan sawah dan 2.823 hektar lahan kering. Luas lahan tersebut, terang Eka, harus masuk kedalam E-RDKK agar semua kebutuhan pupuk subsidi petani di tahun 2021terpenuhi.

“Tahun 2019 dari inventarisasi yang kita lakukan baru tercapai 80 persen. Namun tahun ini harus tercapai 100 persen agar semua kebutuhan pupuk petani terpenuhi,”terangnya.

Jika dilihat dari total luas lahan yang mencapai 5.097 hektar kebutuhan tiga pupuk subsidi pemerintah yaitu mencapai 3.822,75 ton pupuk urea, 4.587,3 ton pupuk NPK, dan 1.146,8 ton pupuk SP36.

BACA :  White Syndrome Melanda Petambak Merugi

Eka menilai, penerapan E-RDKK yang mengacu pada NIK E-KTP ini menjadi solusi Kementerian Pertanian agar pupuk subsidi tersalurkan tepat sasaran. “Dalam inventarisasi ini petani akan mengupulkan E-KTP juga. Dengan sistem Elektronik yang mengacu pada nomor NIK KTP pupuk subsidi lebih tepat sasaran, dan tidak ada penyelewengan,” jelasnya.

Maka dari itu, Eka juga mengharapkan semua kelompok tani juga dapat melakukan pendataan anggota kelompok secara keseluruhan. “Nanti data invetarisir akan diupdate di aplikasi E-RDKK oleh penyuluh lapangan. Harapan kita semua kelompok mendata jumlah anggotanya dan berapa kebutuhan pupuknya,” harapnya. (vid)